Beranda Jawa Timur Banyuwangi Warga Selogiri Tolak “Penyedotan” Air Di Sumber Mata Air Silogiri, Ini Kata...

Warga Selogiri Tolak “Penyedotan” Air Di Sumber Mata Air Silogiri, Ini Kata Camat Kalipuro

61
0

Banyuwangi – Radar Investigasi | Ratusan Warga dusun selogiri, Desa Ketapang, Kecamatan Kalipuro, Kabupaten Banyuwangi menolak keras dengan adanya rencana menyedot air di sumber mata air sungai silogiri rencana dilakukan pihak Perusahaan Air Minum Daerah ( Pudam ) Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.

sementara Itu salahsatu warga yang menolak mengatakan, dirinya menolak keras dengan ada proyek pipanisasi PUDAM untuk rencana pengambilan air minum di kaliselogiri

“kami takut kan, apa bila air (Red. Sumber mata air selogiri) di ambil oleh pudam banyuwangi maka air akan habis dan warganya akan kekurangan air minum apa lagi di musim kemarau air semakin kecil kluar nya dari sumber mata air yg di khawatir kar warga kali silogiri “terang, namanya yang tidak ingin di beritakan itu

di tempat berbeda, camat Kalipuro, Hendry Suhartono, menjelaskan, dengan adanya penyurutan (Red. Sumber mata air) sebelumnya akan dilakukan pemetakan permasalahan terlebih dahulu, tanpa pemetakan tersebut pihaknya tidak bisa mengambil keputusan.

“tanpa pemetakan itu semua bagaimana menyelesaikannya, kan begitu mas”tuturnya

pemetaan permasalahan sumbernya surut, lanjut, menurut ilmu pasinya jika sumber itu surut berarti ada trouble (red. masalah) penahannya pasti kurang prasana aulnya kurang

“jadi katakanlah sumber itu yang di pakek kebutuhan masyarakat, betul-betul diperuntukkan nya sesuai undang-undang yang berlaku”katanya.

menurut penulusuran camat habisnya sumber air tersebut disebabkan tidak ada penahan dari pohon disekitar sumber air

“sekarang pohonnya di entekno ( Red. di tebang)”cetusnya.

tidak hanya itu, camat tidak tahu terkait yang akan mengelolanya rencana pengambilan sumber mata air itu.

” yang mengelola kalau itu belum tahu, yang penting, tugas kami adalah pemetakan, sehingga tidak menimbulkan Soudhon dan kesalahpahaman, nanti jika. tidak pemetaan itu salah Kabeh (red. Semua)”Tutupnya

hingga berita ini dimuat pihak PUDAM belum bisa di konfirmasi

(Darwis)