Beranda Jawa Timur Banyuwangi Tiket Masuk Pantai Boom Marine Beraroma “Pungli”, Terancam Dilaporkan LSM Ini !

Tiket Masuk Pantai Boom Marine Beraroma “Pungli”, Terancam Dilaporkan LSM Ini !

45
0

Banyuwangi – Radar Investigasi | wisata pantai Marina Boom Banyuwangi salahsatu wisata yang di minati masyarakat di bumi Blambangan pulau Jawa ujung timur ini dengan keindahan pantai tersebut tiket masuk tempat wisata alam serasa mencekik.

Pantauan Radar Investigasi, tiket masuk ke pantai boom marina tiket Di bandrol Rp. 15. 000 per pengunjung. Tanpa terkecuali setiap hari libur (Week end ) selain itu, pada tiket masuk tercantum harga parkir mobil di bandrol Rp. 5.000 /unit

Muhammad Helmi Rosyadi, Ketua Aliansi Rakyat Miskin (ARM) menjelaskan, keluhan beberapa warga, diungkapkan masyarakat Banyuwangi melalui media sosial dengan mengunggah protes ataupun foto tiket masuk ke pantai kebanggaan masyarakat Banyuwangi itu hingga viral.

mengaku terkejut atas mahalnya tarif masuk ke Pantai Marina Boom Banyuwangi yang dulunya disebut pantai THR (Taman Hiburan Rakyat) itu. 

Ia menilai, harga tiket sebesar Rp. 15 ribu dirasa sangat memberatkan masyarakat Banyuwangi. Khususnya masyarakat ekonomi menengah ke bawah, yang mana uang sebesar tersebut, bisa untuk makan sehari dengan tiga bungkus nasi. 

“Harga tiket masuk Rp. 15 ribu, menurut saya sangat memberatkan untuk masyarakat Banyuwangi. Meski, dalam tiket tersebut termasuk voucher potongan harga Rp. 4 ribu untuk ditukarkan ke pelaku UMKM di kawasan pantai Marina Boom. Itu juga belum termasuk parkir,” terang Helmi kepada wartawan, Senin (19/10/2020). 

Mahalnya tiket masuk ke Pantai Marina Boom, kata Helmi, dikhawatirkan dapat menggerus tradisi (budaya) Masyarakat Adat Osing. Karena, setiap Minggu pagi masyarakat di Banyuwangi berbondong-bondong pergi berolahraga sambil berrekreasi ke pantai Boom, dan sudah berlangsung ratusan tahun yang lalu.

“Saya juga mencium aroma pungli disini,” ungkapnya. 

Lanjut helmi, penerapan harga tiket include dengan vocer makan atau minum itu sama halnya pemaksaan karena setiap pengunjung belum tentu bersedia dan digunakan. 

“Banyak masyarakat yang berekreasi dengan keluarga membawa bekal sendiri, dan tradisi ini sudah berpuluh puluh tahun,” ujar Helmi.

Apalagi, kata Helmi, setiap Weekend sedikitnya ada sekitar 3000 ribu orang pengunjung. 10 % persen dari pengunjung tersebut tidak menukarkan vouchernya. Berarti 300 voucher dikalikan Rp. 4 ribu sebesar Rp. 1.200.000,-. 

“Lah terus uang voucher yang tidak ditukarkan oleh pengunjung ini jika masuk ke perusahaan kan sama aja pungli, saya minta pihak Kepolisian mengusut dugaan pungli ini,” tegas Helmi yang juga Ketua Gerakan Buruh dan Rakyat Anti Korupsi (GEBRAK).

Ditempat berbeda, Andri salah satu staf Pelindo Property Indonesia (PPI) pengelola pantai Marina Boom mengatakan, penerapan harga tiket sebesar Rp. 15 ribu adalah masih tahap uji coba. 

“Ini masih uji coba, dan masih berjalan selama dua minggu,” kata Andri  

Andri menyebutkan, harga tersebut adalah penyesuaian dengan tempat wisata yang ada di Banyuwangi. Apalagi, tiket Rp. 15 ribu itu, tidak masuk seluruhnya ke PPI. Dari harga tersebut, kata Andri, 10 persen masuk pajak, Rp. 4 ribu merupakan voucher yang bisa dibelanjakan ke  UMKM, dan selebihnya masuk ke perusahaan. 

“Jika dihitung, harga tersebut kami masih rugi dengan nilai investasi untuk membangun pantai Boom Marina yang telah tertata seperti ini dengan ditunjang fasilitas lainya,” ujarnya. 

Adapun voucher senilai Rp. 4 ribu adalah upaya perusahaan untuk membantu pelaku UMKM yang berdagang dikawasan pantai Marina Boom Banyuwangi untuk dapat bertahan selama pandemi. 

“Dengan penerapan voucher itu, pelaku UMKM di kawasan pantai Marina Boom terangkat pendapatanya. Sehingga dapat membantu mereka bertahan di saat pandemi selama ini,” ujarnya. 

Kendati demikian, pihaknya mengakui jika seluruh voucher yang disetorkan pelaku UMKM di kawasan Marina Boom tidak sebanding dengan banyaknya tiket yang terjual. 

“Sekitar 10 percen voucher dari hasil pembelian tiket masuk, tidak disetorkan kepada kami atau digunakan oleh pengunjung,” ungkapnya. 

“Untuk voucher yang tidak ditukarkan itu, masuk sebagai pendapatan kami,” pungkasnya. 

Dengan adanya banyak protes pengunjung itupun, pihak PPI dalam waktu dekat ini akan mengjaji ulang penerapan harga tiket masuk ke pantai Marina Boom Banyuwangi. ( Tim )