Beranda Riau Batam RUMAH SAKIT DI BATAM SUDAH PENUH DENGAN PASIEN CORONA, SATGAS COVID 19...

RUMAH SAKIT DI BATAM SUDAH PENUH DENGAN PASIEN CORONA, SATGAS COVID 19 MENYIAPKAN APARTEMEN BERBAYAR RP. 700 RIBU PERHARI

16
0

KEPRI.RADAR INVESTIGASI.ID-Dua hotel di batam menjadi tempat penampungan atau isolasi pasien corona di kota batam,kepri di antara nya apartemen baloi yang terletak di kecamatan lubuk baja dan hotel sentosa batam.

Menurut keterangan dari kepala dinas kesehatan kota batam bpk didi kusmajadi, kita sudah wacana kan juga kita buka isolasi untuk pasien covid 19.kusus nya warga batam imbau nya. senin(28-09-2020).

Dan ketua gugus tugas percepatan covid 19 kota batam itu mewancana kan untuk memanfaat kan hotel dan apartemen mengingat angka pasien covid 19 makin meningkat di kota batam.

Kepala dinas kesehatan kota batam pak didi hotel yang di siap kan tersebuat ada dua, di antara nya yaitu hotel sentosa dan apartemen baloi.pak didi menyebut kan isolasi di hotel tersebut bersifat very important person (vip).

Masih dua lokasi itu saja beberapa hotel yang sudah di tawarkan tapi mereka tidak bersedia”, katanya

Dan pak didi menjelas kan penempatan pasien di hotel tersebut berdasar kan dari kemauan pasien itu sendiri, tidak bersifat paksa an karna untuk biaya dan untuk isolasi mandiri di hotel di tanggung oleh pasien tersebut.

Untuk biaya isolasi mandiri di hotel tersebut pak didi menyebut kan sekitar RP. 700 atau 800 ribu perhari.biaya tersebut kata pak didi memang terbilang mahal,karna keunggulan nya dari pasilitas.

Jadi bisa untuk golongan ekspatiat atau golongan atas yang tidak mau di rawat di rumah sakit kusus infeksi galang”, katanya.

untuk mereka yang nantinya akan isolasi mandiri di hotel, pk didi menambah kan akan ada beberapa tenaga kesehatan ( nakes ) yang di tugas kan di sana.untuk tetap siaga jika ada pasien yang keada an nya tidak setabil.

Rencana (nakes) dari RSKI galang sudah ada pembicara an dengan direktur RSKI galang imbau nya.

Sedang kan bagi pasien covid 19,yang tidak ingin ke hotel,tetap akan di tampung di rusun milik BP BATAM atau pemeruntah kota batam.dan bagi pasien yang diisolasi di rusun, tetep tidak di pungut biaya.

Pak didi menekan kan beberapa opsi
tersebut di ambil karena kapasitas rumah sakit rujukan covid 19 sudah penuh sementara angka pasien covid 19 makin bertambah”, tuturnya. ( hendri.jaya )