Beranda Sumatra Utara Proyek Tembok Penahan Gelombang 7,8 M Diduga Menyalahi Bestek

Proyek Tembok Penahan Gelombang 7,8 M Diduga Menyalahi Bestek

126

Batu Bara.Radarinvestigasi.id –
Proyek pembangunan tembok penahan gelombang air pasang di Desa Bandar Rahmad Kecamatan Tanjung Tiram Kabupaten Batu Bara, Dalam hitungan hari dianggap selesai, dari hasil pengerjaan oleh penyedia jasa dan atau kontraktor Cv. Permata Kasih dengan
No. Surat Perjanjian Tgl 16 Juni 2020
: 1461676/PK/PPK/SP/BPBD-BB/2020 sebesar Rp 7, 8 Milyar yang baru selesai dikerjakan pada akhir tahun 2020, sudah mengalami keretakan di beberapa titik.

Penilaian kabid investigator BPI KPNPA RI darman, selain keretakan ada dugaan jumlah pembuatan kubus 950 buah dan pembuatan buis 2,650 buah tidak sesuai jumlah terjadi kecurangan, diantaranya pembuatan kubus yang dicetak sebanyak 560 buah, sedangkan pembuatan buis sebanyak 2,250 buah.

Sehingga terdapat kekurangan pembuatan kubus 390 buah dan pembuatan buis 400 buah diduga sirna. Tutur darman.

Menjawab konfirmasi wartawan Jumat 8/1/2021, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Batu Bara, Anwardi, mengatakan, dalam hal ini saya belum bisa menjawab, karena belum ada melakukan peninjauan kelokasi.

Hal ini kita akan melakukan peninjauan. Peninjauan terakhir kemarin pada akhir tahun 2020, dan sebelumnya saat awal pelaksanaan ada 2-3 kali peninjauan. Karena saat ini lagi sibuk menyiapkan laporan akhir tahun”. Untuk lebih jelasnya, tanya langsung dengan PPK nya, cetus Anwardi.

Dihari yang sama, Kabid Investigator Badan Peneliti Independen Kekayaan Penyelenggara Negara & Pengawas Anggaran Republik Indonesia (BPI KPNPA-RI) Batu Bara mengkritisi kondisi hasil pengerjaan CV. Permata Kasih dalam usia dini sudah mengalami keretakan.

Menurut Darman, hal tersebut terjadi dugaan dampak kelalaian dari Kepala BPBD selaku pengguna anggaran, pejabat pembuat komitmen (PPK), pejabat pembuat teknis kegiatan (PPTK), Konsultan Pengawas serta pelaksana kegiatan, dalam hal ini CV. Permata Kasih”.

“Sehingga kondisi proyek tembok penahan gelombang air pasang senilai Rp 7.861.000.000 itu berpotensi menyalahi spesifikasi dan merugikan Keuangan Negara,” ungkap Darman.

“Jika semua pihak yang terlibat dalam pelaksanaan pembangunan tembok penahan gelombang air pasang itu mempedomani Peraturan Presiden (Perpres) No.16 tahun 2018 tentang pengadaan barang / jasa Pemerintah, dapat dipastikan hasil pengerjaan memiliki kualitas dan kuantitas,” cetusnya.

Karena pada Bab ll itu sangat jelas, tujuan, kebijakan, prinsip, dan etika pengadaan barang/jasa pada pasal 4, Pengadaan Barang/Jasa bertujuan untuk menghasilkan barang/jasa yang tepat dari setiap uang yang dibelanjakan, diukur dari aspek kualitas, jumlah, waktu, biaya, lokasi, dan Penyedia, papar Darman lagi.

Dalam hal ini BPI KPNPA Rl Batu Bara minta kepada lembaga hukum untuk melakukan penyelidikan, sembari menunggu hasil pemeriksaan dari tiem auditor BPK RI.

Andai ditemukan unsur kesengajaan atau perbuatan melawan hukum memperkaya diri sendiri atau kelompok, maka pihak pihak yang terlibat harus ditindak sesuai Undang-Undang No. 31 tahun 1999 Jo Undang Undang No 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi”, tegas Darman. (tim )

redaksi
Author: redaksi