Beranda Sumatra Jambi Ketua Umum DPP LSM Mawar Indonesia Dampingi Masyarakat Melakukan Aksi Tutup Portal...

Ketua Umum DPP LSM Mawar Indonesia Dampingi Masyarakat Melakukan Aksi Tutup Portal Jalan PT. PAH

179
0

TEBO,JAMBI-RADARINVESTIGASI.ID-Berdasrkan pernyataan ketua UMUM DPP LSM MAWAR INDONESIA di duga PT.PAH lebih kurang dua tahun PT.PAH belum pernah melakukan kewajiban membayar pajak kepada pemerintah Rabu 25 November 2020.TEBO

Dan diduga karyawan PT PAH kurang lebih 34 orang tidak pernah di daftar kan di BPJS KETENAGAKERJAAN
Bahwa benar dari tahun 1981 kami selaku masyarakat telah menguasai tanah tersebut berasal dari hasil tebang tebas, dan sebagian dari tanah tersebut sudah memiliki sertifikat, bahwa benar tanah tersebut masuk dalam wilayah desa Muara ketalo, kecamatan tebo Ilir, kabupaten tebo, provisi jambi.

Saat wartawan RI konfirmasi ketua DPP LSM mawar Indonesia melalui telepon selulernya dia mengatakan, iya benar pada tahun 1983 PT Bungo MASTIMBER membuat jalan loging untuk mengeluarkan kayu lock namun tanpa adanya ganti rugi kepada masyarakat setempat”, imbuhnya.

Setelah itu pada tahun 2008 PT PAH (PERSADA ALAM HIJAU) mengunakan jalan tersebut sebagai jalan lalu lintas transportasi armada mobil dari PT PAH tanpa adanya ganti rugi dan kesepakatan dari masyarakat setempat.

Ketua DPP LSM mawar Indonesia juga mengatakan kalau manajer.pt pah a.n .Harianto telah melaporkan saudara tadok.no lp/ B-22/X1/2020/ JAMBI/RES TEBO/SEKTOR TEBO ILIR.hasil dri impistigasi LSM mawar Indonesia TBS.(tandan buah segar) tersebut di ambil terlapor di luar HGU menurut Nara sumber yg pernah bekerja di PT PAH ( WU ) masuk kelompok tani blk.E.15 E.16 E17, “ujarnya.

Maka dari itu saya mendampingi masyarakat desa Muaro ketalo. yang merasa resah dan dirugi kan selama ini oleh karena itu saya dan masyarkat melakukan aksi penutupan jalan untuk menuntut hak kami yang selama ini di acuhkan oleh PT.PAH (PERSADA ALAM HIJAU),” cetusnya Ketum.

Berdasar hasil musyawarah dan mufakat dari masyarakat desa muara ketalo, sehubung belum ada penyelesaian
permasalahan jalan yang di tempuh oleh PT. PAH, belum ada konvensasi tersebut.

Kami masyarakat meminta kepada seluruh armada PT.PAH, untuk tidak melewati area perkebunan kami, sebelum selesai permasalahan dari saudara dadok dan warga kami, saudara M.amin budiman.

Bahwa benar kami maryarakat meminta ganti rugi kepada PT. PAH, yang selama ini sudah menggunakan area perkebunan kami sebagai jalan penghubung oleh seluruh mobil armada PT. PAH.

Iya benar kami masyarakat mengharapkan adanya itikad baik dari pimpinan PT. PAH untuk menemui masyarakat yang jalannya di lewati oleh mobil armada PT. PAH,” tutupnya kepada wartawan RI. (Sahuri)