Beranda News Kepala Desa Sappa Terkesan Arogan dan Tertutup Terhadap Wartawan

Kepala Desa Sappa Terkesan Arogan dan Tertutup Terhadap Wartawan

361
0

Wajo.Radarinvestigasi.id-Belawa.Aroma dugaan penyalahgunaan anggaran Dana Desa (DD) atas kegiatan pembangunan jalan rabat beton di Desa Sappa, Kecamatan Belawa, Kabupaten Wajo mulai tercium.

Pantauan Tim Investigasi Radar pada lokasi kegiatan, tampak kelihatan timbulnya pasir pasir dari dalam rabat yang digunakan pada pembuatan jalan rabat beton tersebut hingga rabat tersebut menimbulkan banyaknya debuh pada jalan rabat beton tersebut.

Sesuai dengan prasasti yang terpampang di pinggir jalan rabat ini volume rabat tersebut panjang 110 m, lebar 4m dan ketebalan 20 cm. sementara saat diukur Tim Media Radar Investigasi menemukan hasil yang berbeda dengan yang di prasasti, dimanah ketebalan jalan yang di cor setebal 19 cm, hal ini terindikasi adanya pengurangan volume ketebalan terhadap rabat tersebut.

Nampak pekerjaan rabat beton kurang bagus yang dikerjakan dengan menggunakan DD tahun 2019 di desa sappa

Sesuai dengan tanggapan salasatu masyarakat yang mana tidak ingin di sebutkan namanya mangatakan bahwa “plank proyek seharusnya dipasang, tapi tidak terpasang pada saat proyek itu dikerjakan, sehingga kuat dugaan besarnya anggaran kegiatan ini sengaja ditutupi seperti proyek siluman demi untuk mengambil keuntungan yang banyak,” imbuhnya.

Tim Investigasi pada jumat (21/8/2020), juga sudah berkunjung ke kediaman kepala Desa Sappa untuk menanyakan keberadaan plank proyek kegiatan tersebut, tetapi Kepala Desa (Kades) Sappa mengatakan plank itu ada di kantor desa, dan pada saat kami konfirmasi terkait adanya informasi dari masyarakat kepala desa langsung menanyakan siapa masyarakatnya yang memberikan info? dan kami tidak ingin memberitahukan siapa narasumber, kepala desa terus naik pitam.

“Dari temuan di lapangan ini, jelas pelaksanan kegiatan ini diduga tidak sesuai dengan bestek atau Rincian Anggaran Belanja (RAB),” cetusnya.

Setelah dikomfirmasi langsung kepada Kepala Desa Sappa beliau mengatakan, ” Rabat itu sya rasa tidak bermasalah karena sudah di periksa oleh inspektotat dari Kabupaten Wajo dan pihak Inspektorat pun tidak mempermasalahkan rabat tersebut.”

Ditemui ditempat berbeda Arsad selaku Pengurus Inti LSM LPPMI Sulawesi Selatan menegaskan bahwa Kepala Desa jangan main main dengan Dana Desa, terkait indikasi tersebut diatas kami tetap melakukan investigasi lebih lanjut dan akan bersurat ke pihak kepolisian untuk menyelidiki terkait dugaan korupsi tersebut.

“Bagaimana penggunaan DD dapat menghasilkan hasil pekerjaan itu dengan baik, bila terjadi pembiaran ??,
Untuk itu, kepada penegak hukum diminta untuk serius dalam menangani Laporan terkait dugaan tindak pidana Korupsi yang mana kegiatan ini nota benenya menggunakan uang rakyat. (Ar/jk/IC)