Beranda Jawa Timur Madura Kemenag Bangkalan peringati HAB ke 75, Ada 3 Poin Penting Perlu di...

Kemenag Bangkalan peringati HAB ke 75, Ada 3 Poin Penting Perlu di Ketahui

43
0

Bangkalan – Radar Investigasi.id | Kementrian Agama ( Kemenag ) kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur laksanakan upacara sederhana dalam memperingati Hari Amal Bakti ( HAB ) Kementrian Agama Republik Indonesia ( RI ) Ke 75 Tahun yang bertemakan indonesia rukun berjalan dengan khidmat, selasa (5/01/2021).

Sementara itu kepala kementrian agama Kabupaten Bangkalan, H. Abd. Haris. M. Pd. I, menjelaskan, bahwa Kementrian agama setiap tanggal 3 januari melaksanakan hari amal bakti kementrian agama RI, dan untuk di tahun 2021 ini adalah hari amal bakti berusia 75 tahun karena kementrian agama resmi berdiri pada tanggal 3 januari 1946 lalu.

Dengan adanya melaksanakan peringatan hari amal bakti kementrian agama adalah sebagai wujud terimakasih kita kepada para perintis, pendiri,dan serta pejuang kementrian agama.

“Untuk itu selayak Kita mendoakan agar mereka mendapatkan ridho allah dari pendiri itu dan kita semua pemegang estafet mampu melanjutkan cita-cita para pendiri untuk kepentingan bangsa negara dan tentunya beragama,”tuturnya

Masih kata dia, di usia ke 75 tahun kementrian agama ini pihaknya memaknai segala prestasi yang sudah di capai kementrian agama adalah menjadi momentum untuk menebarkan niat dan memotivasi dalam mencapai kinerja layanan yang lebih baik di masa berikutnya maka dari itu kementrian agama memberikan penghargaan dan apresiasi kepada elemen masyarakat, antar umat beragama dan rekan media yang telah melakukan dorongan sekaligus bersinergi memberikan dukungan dalam mengawal tugas kementrian agama

“Menurut bapak menteri adalah sejalan dengan semangat nasional yang menempatkan kerukunan umat beragama sebagai salah satu modal bangsa ini untuk maju,”ungkap kepala Kementerian Agama Bangkalan Itu.

Lanjutnya, Tanpa kerukunan tentu sukar menggapai cita-cita besar bangsa ini dan bisa sejajar dengan bangsa lain di dunia
Karena itu pengembangan toleransi kerukunan antar umat beragama ini merupakan karya bersama para tokoh agama para praktisi di kementrian agama dan tentu pahaman kita negara kita berdasarkan pancasila harapannya adalah tidak ada diktator mayoritas atau dinarik minoritas.

“dalam berkaitan itu semua umat beragama tentu di tuntut untuk saling menghormati hak dan kewajiban masing-masing dimana keyakinan kita di batasi hak orang lain,”kata dia lagi.

kesempatan acara tersebut, dia menerangkan, bertemakan indonesia bersatu, indonesia rukun ada beberapa hal yang menjadi kata kunci kementrian agama yang pertama adalah management pelayanan dan tata kelola birokrasi harus semakin lebih baik termasuk di dalamnya pelayanan penyelenggara ibadah haji dan umroh pendidikan agama dan pendidikan keagamaan (red. Sekolah madrasah formal, dan pondok pesantren).
Kedua penguatan moderasi agama salah satu penekanan moderasi beragama adalah pada penguatan diteraksi keagamaan budaya toleransi dan nilai nilai kebangsaan, yang ketiga adalah, persaudaraan yang meliputi merawat persaudaraan umat seagama memelihara persaudaraan sebangsa dan setanah air dan mengembangkan persaudaraan kemanusiaan

“jadi itu nilai-nilai menjadi titik tekan di dalam hari amal bakti kementrian agama ke 75 tahun ini,”jelas dia.

Abd. Haris menambahkan, di dalam kondisi covid 19 acara tersebut, kementrian agama di Kabupaten bangkalan di laksanakan secara sederhana tetap menerapkan protokol kesehatan (Prokes) namun pelaksanaan nya tidak mengurangi khidmat dan untuk upacaranya tidak hanya melibatkan 25 % dari seluruh keluarga besar kementrian agama dan sisanya hanya mengikuti secara virtual (red. online) dengan inspektur upacara yang di pusat oleh menteri agama.

“Jadi virtual nya dengan pelaksanaan upacara hari amal bakti ke 75 kementrian agama RI,”imbuhnya.

Pihaknya berharap, hal apa yang menjadi cita-cita besar mereka mampu menjadi pemicu penggerak bagi seluruh aparatur kementrian agama sehingga apa yang menjadi cita-cita besar kita baik itu peningkatan pelayanan dari berbagai aspek kemudian penguatan moderansi beragama menegakkan budaya toleransi, kekuatan generasi keagamaan, terdapat betul-betul dapat terealisir dan meningkatkan persaudaraan baik itu persaudaraan baik itu umat seagama.

“persaudaraan sebangsa setanah air maka lebih itu adalah pengembangan persaudaraan kemanusiaan,”tutupnya.(muzzamil)