Beranda Kabar Tipikor Bupati MBD Benjamin Noack Diduga Kuat Ingin Melindungi Korupsi DD Watuwei

Bupati MBD Benjamin Noack Diduga Kuat Ingin Melindungi Korupsi DD Watuwei

186
0

Radar Investugasi.id – MBD (Maluku Barat Daya) Dugaan korupsi DD (dana desa) Watuwei yang memiliki indikasi kerugian negara mencapai kurang lebih 1 milyar. Dan kasus ini sudah di lakukan gelar perkara pada pada bulan maret 2020 lalu.
Namun sampai saat ini, kasus DD Watuwei kembali membeku dan belum dapat diselesaikan.

Hal ini dikarenakan belum adanya surat rekomendasi dari bupati MBD Benjamin Noack. Sehingga kuat dugaan kami bahwa, bupati Benjamin Noack sengaja melindungi para koruptor terkait dengan kasus dugaan korupsi DD Watuwei.

Dugaan ini dikuatkan dengan statement dari kapolres MBD AKBP Budi Adhy Buono, S.H, S.I.K, M.H melalui pesan singkatnya via watshap kepada media ini. Kapolres mengatakan bahwa “Pada bulan juni kemarin pihak polres MBD telah menyurat kepada pemda MBD, untuk segera mungkin pihak pemda dalam hal ini bupati MBD mengeluarkan surat rekomendasi. Sehingga pihak polres MBD segara melakukan langkah-langkah hukum terkait dengan kasus dana desa Watuwei”.

Lanjut lagi bahwa, “surat yang di layangkan sejak bulan juni 2020 kepada pemda MBD, namun sampai saat ini surat tersebut tidak mendapat balasan. Olehnya itu, dirinya berjanji bahwa, dalam waktu dekat ini polres MBD akan melayangkan surat kembali kepada pemda MBD. Dengan harapan secepatnya polres MBD mendapatkan respon dari surat yang dilayangkan ke pihak pemda nanti. Agar polres MBD dapat menindaklanjuti dugaan kasus korupsi DD Watuwei tersebut”.

Masi kapolres, “Saya akan menindak dengan tegas siapa pun oknum-oknum yang melanggar hukum”. Salah tetap saya katakan salah dan benar tetap saya katakan benar. Karena saya ingin MBD menjadi lebih baik.” Tutup kapolres.

Sebelumnya juga dalam rilisan salah satu media online beberapa waktu lalu mengatakan bahwa “Sesuai dengan pengakuan Kasat Serse Polres MBD Ipda. Djuhardy.S.Sos  yang dikonfirmasi mengatakan bahwa “kasus Dugaan korupsi dana Desa watuwey kecamatan Dawelor-Dawera itu kita sudah lakukan gelar perkara dengan pihak Inspektorat bulan Maret lalu sehingga kita tinggal menunggu Rekomendasi dari pemerintah daerah untuk kasusnya ditindak lanjuti tergantung Pemerintah daerah kita sudah menyurati pihak Inspektorat namun sampai saat ini belum ada balasan,” ungkap kasat.

Sementara kepala Inspektorat kabupaten Maluku barat Maikel Rijoly yang dikonfirmasi mengatakan bahwa “untuk kasus dugaan korupsi Dana Desa watuwey itu ada terdapat kerugian Negara  Satu Miliar lebih dan kita sudah menyurati ke Pemerintah daerah dalam hal ini Bupati Namun sampai dengan saat ini belum ada Rekomendasi yang di keluarkan oleh pemerintah daerah jadi kita tinggal menunggu,” ungkap Rijoly.

Sementara Sekretaris Daerah kabupaten Maluku Barat Daya Drs. Alfonsius Siamiloy yang di konfirmasi membenarkan bahwa “untuk kasus Dugaan korupsi Dana Desa watuwey itu Saya  sudah menerima surat dari Inspektorat dan saya sudah deksposisi suratnya ke Bupati,” ungkap Sekda.

Melihat hal ini maka, tentunya masyarakat semakin tidak percaya lagi kepada pemerintah. Terlebih kusus kepada pemerintah daerah Kabupaten Maluku Barat Daya.

Stefanus Termas, yang merupakan salah satu tokoh muda asal MBD. Saat di konfirmasi media ini terkait kasus DD Watuwei, dirinya mengatakan bahwa, “sebagai generasi muda asal MBD saya sangat merasa malu dan geram terhadap kinerja dari bupati Benjamin Noack dan juga pihak penegak hukum di MBD”.

“Karena begitu banyak dugaan kasus korupsi yang merajalela di kabupaten MBD. Namun tidak satupun yang bisa di selesaikan dan mendapat kepastian hukum,” tambahnya.

“Sehingga dirinya kembali meminta pihak polres MBD, agar lebih serius lagi dalam menindak para koruptor yang terus merajalelah di kabupaten MBD, yang di kenal dengan sebutan bumi Kalwedo ini. Namun satu pertanyaan yang perlu dipertanyakan kepada aparat Kepolisian, apakah dalam penanganan lanjud atau tidaknya kasus Dugaan Korupsi Penggunaan Dana Desa tersebut perlu persetujuan dari Bupati setempat?,”
tutup Stefanus. (Tim)