24.3 C
Banyuwangi
Rabu, November 30, 2022
- Advertisement -spot_imgspot_img

Pagar Hidup, Ratusan Personel Polresta Banyuwangi Amankan Aksi Damai Puskaptis

- Advertisement -spot_img

Banyuwangi – Banyuwangi | Ratusan personil Polresta Banyuwangi melakukan pengamanan para masa demonstrasi Pusat Kajian Kebijakan Dan Pembangunan Strategi (Puskaptis) Gelar Aksi Damai Di depan Kantor Kejaksaan Negeri Banyuwangi guna Memberikan dukungan terkait pemeriksaan kasus korupsi yang diduga dilakukan Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Banyuwangi Insial NH yang kini di tetapkan tersangka dan masih belum ditahan. Rabu (9/11/2022)

Saat berorasi Puskaptis mendesak Kejari Banyuwangi agar segera memeriksa dan menetapkan tersangka dan jangan sampai kasus ini diambil alih kejaksaan tinggi.

“Kami mendesak Kejari Banyuwangi segera memeriksa NH dan di tahan,”tegas Direktur Puskaptis, Amrullah SH., MH. Dalam orasinya.

Mereka menunggu kehadirannya kepala Kejari atau perwakilannya untuk menyampaikan aspirasinya mereka.

“Kita menunggu kajari atau yang bisa mewakili untuk bertemu,”pungkasnya.

Sementara kondisi arus lalulintas di jalan Jaksa Agung Suprapto, Banyuwangi masih terpantau normal lancar, sedangkan para aksi damai mereka melakukan secara Aman, Kondusif Dan tertib tidak ada tindakan anarkis.

Tidak hanya di depan kantor Kejari para pendemo bergeser di depan kantor bupati Banyuwangi.

Seperti berita sebelumnya, Kepala Kejaksaan Negeri Banyuwangi Melalui Kepala Seksi Intel, Mardiono SH., mengatakan, Kejari Banyuwangi telah menetapkan 1 orang tersangka terkait Dugaan Tindak Pidana Korupsi Kegiatan Makan dan minum Fiktif di BKPP Kab. Banyuwangi Tahun Anggaran 2021 yaitu Tersangka NH selaku Pengguna Anggaran di BKPP Kabupaten Banyuwangi.

“Langkah penetapan tersangka tersebut dilakukan setelah penyidik memeriksa 260 saksi,”ungkapnya

Lanjutnya, Kejaksaan Negeri Banyuwangi menemukan alat bukti yang cukup tentang adanya perbutan melawan hukum yang dilakukan oleh Tersangka yaitu tersangka selaku Pengguna Anggaran memerintahkan kepada pengelola keuangan dibawahnya untuk mencairkan anggaran makan dan minum beberapa kegiatan di BKPP Kab. Banyuwangi Tahun Anggaran 2021 meskipun tersangka mengetahui bahwa kegiatan-kegiatan tersebut tidak ada atau tidak pernah dilaksanakan

“sehingga atas perbuatan tersangka tersebut telah merugikan keuangan negara kurang lebih Rp.400.000.000,- (empat ratus juta rupiah)

- Advertisement -spot_imgspot_img
Kriminal
- Advertisement -spot_img
Advertorial
- Advertisement -spot_img