27.8 C
Banyuwangi
Rabu, Agustus 17, 2022
- Advertisement -spot_imgspot_img

Kanit Pidum Dinilai Membebani Pelapor, Begini Penjelasannya

Banyuwangi – Radar Investigasi | Kepala Unit Pidana Umum Polresta Banyuwangi dinilai kurang adil pasalnya memberatkan untuk mencarikan transliter ( penerjemah bahasa Persia) usai Laili Handayani melaporkan Seorang Warga Negara Asing Asal Turki beserta istrinya Asal Banyuwangi diduga melakukan penggelapan sebuah mobil

Laili Handayani Melalui suaminya, Yoga eka Dimas Pranata, mengatakan dirinya telah melaporkan seorang WNA asal Turki berinisial SKM beserta istrinya Asal dari kabupaten Banyuwangi Berinisial DLI di duga melakukan penipuan dan/ penggelapan atas sebuah mobil yang disewa oleh SKM melalui ABP .

“yang menyewa itu dari istriku yang datang kerumah itu perantaranya (SKM red,)”terang yoga. Kamis (07/07/2022)

Janji sewa selama 3 Hari, kemudian hingga seminggu mobil itu belum kunjung di kembalikan, ternyata dari pengakuan dari SKM mobil tersebut sudah di gadaikan sebesar 30 Juta rupiah kepada orang lain, sehingga dirinya bersama SKM, DLI, ABP lakukan mediasi dan membuat surat pernyataan terkait pengembalian unit mobil itu.

“Kita sudah buatkan pernyataan mas untuk mobil itu di kembalikan namun dia (SKM Red,) Masih terbelit-belit, padahal saya lakukan secara kekeluargaan”ujarnya.

Tidak hanya itu saja, Istrinya Yoga akhirnya melaporkan kejadian itu ke Polresta Banyuwangi, singkat cerita, kata Yoga, dirinya dimintai oleh kepala unit pidana umum Polresta Banyuwangi untuk memanggilkan seorang translater bahasa Turki, padahal, menurut dia Terlapor SKM sudah fasih dalam berbahasa Indonesia dan tinggal di Banyuwangi sudah 19 tahun sehingga dia timbul pertanyaan.

“Kok aneh saya malah di mintai untuk memanggil translater penerjamah bahasa Turki, padahal dia (SKM Red,) lancar (bahasa Indonesia red, ),”herannya.

Menurutnya Kanit pidana umum Polresta Banyuwangi terkesan tidak adil dalam menangani kasus tersebut.

“Saya merasa berat sebelah mas dan Saya harap kasus ini di tindak tegas,”ujarnya.

Dia menambahkan, dirinya tidak ingin kasus ini diselesaikan penerapan restorasi justice dan di lanjutkan sesuai hukum yang berlaku.

“Saya gak mau kasus ini diselesaikan secara kekeluargaan lagi mas, harus di lanjutkan, “pungkasnya.

Sementara Kanit Pidum, Menjelaskan dirinya tidak pernah untuk menyuruh atau memerintahkan pelapor atau Yoga untuk mencarikan translater, melainkan dirinya hanya meminta tolong untuk membantu dalam mencarikan kemungkinan dari kenalannya bisa berbahasa Persia.

“saya minta untuk minta bantuan bukan untuk mewajibkan, menyuruh atau memerintahkan yang bersangkutan (yoga red,), untuk mencari transliter, bila ingin bantu ya silahkan, “tegasnya.

Dia menambahkan, translater itu di gunakan untuk di persidangan bila SKM mencoba untuk mengelak atau berpura-pura tidak bisa berbahasa Indonesia maka sudah ada transliternya.

“kita takutkan didalam proses persidangan bisa terhambat (tanpa transliter Red,) bersangkutan (SKM red,) pura-pura mengelak gak bisa bahasa Indonesia sehingga bebas dari hukum itu yang saya tidak mau “terangnya.

Lanjutnya, walau Yogi tidak dapat membantu mencari transliter maka kasus penanganan ini tetap berjalan, bahkan dia menunjukan foto SKM sedang di tahan di polresta banyuwangi, serta surat penahannya

“ini mas fotonya dia (SKM Red,) kita Ditahan”pungkasnya

- Advertisement -spot_imgspot_img
Kriminal
- Advertisement -spot_img
Advertorial
- Advertisement -spot_img