24.5 C
Banyuwangi
Minggu, Desember 4, 2022
- Advertisement -spot_imgspot_img

Walikota dan DPRD “Hilang Taring”, Pedagang Cap Tikus Semakin Marak

- Advertisement -spot_img

Ternate, Radar investigasi | Razia yang dilakukan oleh anggota Dit Samapta Polda Maluku Utara baru-baru ini tidak membuat pedagang berhenti menjual miras jenis cap tikus dan bir di kelurahan Kalumpang kecamatan Ternate tengah.

Berdasarkan pantauan media Radar
investigasi dilapangkan sejumlah pedagang masih menawarkan barang dagangan nya kepada warga yang melintas di jalur itu seperti pedagang ikan yang menawarkan barang dagangan nya kepada pengunjung pasar.

Mohtar Umasangaji, kepala pemerintahan kelurahan Kalumpang kota Ternate saat di temui oleh media radar investigasi di ruang kerjanya mengatakan bahwa, pedagang itu sudah berulang kali di tertibkan oleh petugas satpol PP dan pihak kepolisian, Senin (06/06/22).

“Mereka sudah berulang kali di amankan oleh pihak kepolisian dan satpol PP namun saja masih tetap menjalankan bisnis haramnya jenis cap tikus dan bir”, ujarnya.

Lanjut dia, apa yang di lakukan oleh pihak kepolisian Polda maupun polres serta satpol PP kota Ternate tidak membuat jerah bagi para penjual minuman haram, karena setiap yang di amankan itu hanya diberikan sanksi dengan membayar denda sebanyak Rp 1 juta,” ungkapnya.

Dalam kesempatan itu juga lurah Kalumpang sangat sesali dengan pemerintah daerah yaitu walikota maupun DPRD yang diam atas maraknya peredaran minuman haram jenis cap tikus dan bir di kota Ternate.

“Maraknya peredaran minuman haram jenis cap tikus dan bir di kota Ternate hingga sampai saat ini pemerintah daerah tidak mengeluarkan peraturan daerah (perda) tentang sangsi keras agar mereka tidak lagi menjalankan bisnis haram tersebut sehingga kami pemerintah kelurahan tidak kewalahan dalam memberantas peredaran minuman haram,” tutupnya.

- Advertisement -spot_imgspot_img
Kriminal
- Advertisement -spot_img
Advertorial
- Advertisement -spot_img