24.7 C
Banyuwangi
Jumat, Oktober 7, 2022
- Advertisement -spot_imgspot_img

Begini Kisahnya Korban Predator Anak Oknum Guru Di Banyuwangi

- Advertisement -spot_img

Banyuwangi – Radar Investigasi | Seorang siswa duduk dibangku Sekolah Menengah Pertama Sebut saja Raja yang mengaku menjadi korban pelecehan yang di duga di lakukan oleh oknum wali kelas 6 Insial MB dulu yang masih dia Bersekolah Di SDN 1 Pakis Kecamatan Banyuwangi hingga saat ini merasa trauma mendalam.

Radar Investigasi mencoba menelusuri kronologis kejadian itu, Raja Mengatakan, Disaat Dia masih Duduk di bangku kelas 6 dirinya mengikuti pelajaran tambahan (Red. LES) di rumah oknum guru (Red. Wali kelas) itu setiap hari di waktu sore hari.

“Lesnya setiap hari dirumah (Red. MB) “tuturnya. Selasa (19/04 /2022).

Kata raja, tidak hanya raja yang mengikuti les tersebut bahkan banyak teman sekelasnya turut ikut les di rumah oknum tersebut.

” Banyak yang ikut les”jelasnya.

Di ajak Ke dalam Kamar MD, “di lecehkan” selama satu tahun

Entah setan dari yang merasuki oknum guru yang berstatus tidak memiliki istri itu nekat berbuat bejat kepada anak didik sendiri sehingga diduga melakukan pelecehan seksual, lanjut raja, usai les MB mengajak Raja Ke dalam Kamar untuk melampiaskan nafsunya, Raja di minta untuk membuka celana hingga telanjang total, disitulah Oknum guru bejatnya di lampiaskan, bila raja memberitahukan kejadian ini kepada siapa pun, raja tidak akan naik kelas dan tidak di beri nilai bagus

“saya di ancaman agar tidak bilang ke siapa-siapa”ujarnya.

Selain di kamar, Dirinya juga di perlakuan tidak manusiawi itu di tepi sungai, tidak hanya raja saja yang mengalami seperti itu, sepengetahuan raja ada teman 5 lainnya dan kemungkinan besar masih banyak siswa yang juga menjadi korban.

“yang saya tau ada 6 anak termasuk Saya ” jelasnya.

Perbuatan bejat itu, di lakukan hingga selama satu tahun setiap hari raja les oknum guru selalu memperlakukan raja seperti itu.

” Setiap les saya di perlakuan (Red. Pelecehan seksual) tandasnya

Akhirnya Raja mengaku, dan merasakan trauma mendalam

Setelah raja Lulus dari SDN 1 Pakis, Orang tua raja merasa curiga, akhirnya raja di tegur dan akhirnya mengakui semua apa yang telah dia alami selama di sekolah di SDN 1 Pakis.

” awalnya saya takut untuk terus terang, Dan Akhirnya Saya berkata Jujur “kata dia lagi.

Hingga saat ini Raja masih merasa trauma mendalam dan berharap oknum guru tersebut di hukum seberat-beratnya dan jangan ada kejadian terulang kembali.

” saya masih trauma, di hukum seberat-beratnya “pungkasnya

- Advertisement -spot_imgspot_img
Kriminal
- Advertisement -spot_img
Advertorial
- Advertisement -spot_img