27.2 C
Banyuwangi
Jumat, Oktober 7, 2022
- Advertisement -spot_imgspot_img

[Liputan Khusus Edisi II ] Mengupas Tuntas “Mafia Tanah” Di Banyuwangi , Kades Hamzah Diduga Berperan

- Advertisement -spot_img

Banyuwangi – Radar Investigasi | Dugaan Berindakasi Mafia Tanah di Desa gitik, Kecamatan Rogojampi, Kabupaten Banyuwangi, Bintara Ulin Nuha , Yang mengaku menjadi korban tanah miliknya itu diduga diserobot oleh Sejumlah Orang, Termasuk Istri Warga Negara Asing dan Oknum Kepala Desa Gitik.

seperti berita sebelumnyahttps://radarinvestigasi.id/2022/04/15/liputan-khusus-edisi-i-mengupas-tuntas-mafia-tanah-di-desa-gitik/ Bintara Ulin Nuha yang sering disapa ulin, Mengatakan, di tahun 1994 dirinya membeli tanah sebidang dari almarhum H. Afandi / Hj. Siti Nur Aisyah di desa gitik , Kecamatan Rogojampi, Kabupaten Banyuwangi, bekas hak yasan No.331 Persil No. 52. Luas lahan 346 DA atas nama Soenah /B Ahmad Dengan Harga 16.000.000,- (Enam belas juta rupiah).

Namun sangat disayangkan, kwintasi tersebut di duga di gelapkan oleh Eks. Kepala desa almarhum Insial S ( red. Kades Lama) dengan “modus” kwintasi itu di minta namun hingga berita ini di muat entah kemana kwintasi tersebut.

“dulu ada kwintasinya mas, namun kwintasinya di bawa mantan kepala desa( red. Insial S) katanya mau di stampel biar kuat”kata dia.

Singkat cerita, setelah kian lama berlarut tahun tiba-tiba tanah tersebut sudah bersertifikat No. 206 atas nama insial S, No. 246 Atas Nama SA, No. 641 SW istri Warga Negara Asing dan 212 atas nama BS di jual kembali kepada SW namun ulin tidak mengetahui SHM tanah itu.

“saya kaget mas tiba-tiba tanah saya menjadi sertifikat atas nama orang lain”heran dia

Dia menambahkan, Setelah tanah itu terbagi-bagi, kata ulin, kades gitik, Hamzah, di duga turut menjual sisa tanah tersebut kepada SW istri dari warga negara asing senilai jutaan rupiah.

“pak kades (red. Hamzah) Juga di duga Menjual tanah itu juga ke SW”ucap ulin.

Sementara, Kepala desa Gitik, Hamzah, dirinya menepis yang di dugaan oleh ulin bahkan hamzah hingga menyebut nama Allah dirinya mengaku tidak sama sekali menjual tanah tersebut.

“sumpah demi allah mas, Tidak (red. Menjual)”tepis kades.
Wartawan Radar Investigasi terus mengupas dan mengawal terkait isu ini yang berkemungkinan besar berindikasi ada oknum permainan “MAFIA TANAH”.

Bersambung Edisi III…

- Advertisement -spot_imgspot_img
Kriminal
- Advertisement -spot_img
Advertorial
- Advertisement -spot_img