27.2 C
Banyuwangi
Jumat, Oktober 7, 2022
- Advertisement -spot_imgspot_img

Warga Protes karena PT.Betami Serobot Lahan Gampong Batu Jaya

- Advertisement -spot_img

Aceh Barat – Radar Investigasi | Perusahaan sawit PT.Betami Serobot Lahan Gampong Batu Jaya, warga protes meminta dikembalikan lahan, setelah dikuasai tanpa izin oleh management perusahaan.

Terhitung sejak tahun 2010 Masyarakat Gampong Batu Jaya Kecamatan Kaway XVI Kabupaten Aceh Barat pernah menyurati Perusahaan Kelapa sawit PT.Betami dikawasan tersebut untuk meminta dikembalikan lahan warga setelah dikuasai tanpa izin oleh management perusahaan dengan formasi waktu lebih kurang 11 tahun lamanya.

Salah seorang tokoh masyarakat Gampong Batu Jaya T.Bustami kepada awak media, Selasa ( 15/03/2022) menjelaskan, lahan Gampong di serobot perusahaan sawit tersebut telah berlangsung lama, dulu ada puluhan hektar dan kini dapat diperkirakan telah mencapai seratusan hektar lebih, dasar itu kepala Desa pernah menyurati guna meminta dihentikan segala aktifitas namun sampai saat ini sepertinya tak digubris

” Kami minta kepada pemerintah untuk mengukur ulang Hak Guna Usaha (HGU) PT.Betami, Kemudian dikembalikan punya desa dan uang hasil panen selama ini diserahkan ke Gampong” harapnya

Jika ditinjau dari aturan yang berlaku, banyak persoalan yang telah terjadi di perusahaan tersebut, ada sejumlah peraturan dilanggar termasuk menanam sawit di luar HGU, tidak dibangun plasma untuk masyarakat dan tidak diindahkan teguran aparatur Gampong termasuk Camat Kaway XVI, tegasnya

Atas dasar itu, kini masyarakat Gampong eks transmigrasi itu mendesak pihak perusahaan guna meluruskan Hak Guna Usaha dan menghhitung ulang betapa banyak hasil panen dilahan Gampong untuk di cari solusi terbaik, jika nanti pasca pengukuran terungkap bahwa ada pelanggaran maka akan diselesaikan secara hukum yang berlaku, kata eks Kombantan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) tersebut.

” Saya sebagai masyarakat akan terus menempuh proses hukum supaya jelas hak perusahaan dan Gampong, jika didaerah tak mendapat keadilan maka sampai ke menteri dan presiden kita buat pengaduan, Kita tak main-main lagi” tegasnya kepada wartawan

Sementara’, saat dikonfirmasi dengan Manager Perusahaan Betami Azhar Rahman terkait persoalan di Gampong Batu Jaya, dirinya mengatakan tidak tahu persis persoalan tersebut karena manager dan asisten lama telah tiada, dan tidak mungkin pihak perusahaan dari Medan turun karena disini telah ada perwakilan.

Menurutnya dalam wawancara Selasa pagi, lahan tersebut ada tiga kelompok yang klaim miliknya, karena tidak mengetahui pasti lahan milik siapa, maka beberapa Minggu lalu perusahaan membuat surat ke Dinas Pertanahan Aceh Barat guna meminta difasilitasi untuk penyelesaian, dan telah direspon kemungkinan tanggal 22 Maret 2022 mendatang akan digelar rapat bersama oleh Sekretaris Daerah

” Diharapkan nantinya ada solusi yang menguntungkan dua belah pihak yakni perusahaan dan perwakilan masyarakat yang diakui oleh Pemerintah Daerah” kata mantan karyawan Astra tersebut

Ditanya tentang salah satu surat perusahaan yang mengakui inisiatif pimpinan menanam sawit diluar HGU, dirinya dengan hati-hati menjelaskan, tidak tahu history tersebut karena kasus sudah cukup lama, dugaan Azhar para pekerja sebelumnya tidak tau atau tidak faham HGU sehingga terjadi penanaman di luar ketentuan

” Ada sekitar 75 hektar lahan Gampong batu jaya di kuasai Betami, nanti diminta kepada instansi terkait untuk diukur ulang guna mengetahui berapa luasnya ” ungkap Azhar didampingi Kepala Tata Usaha perusahaan Achmad

Ditanya apabila nanti hasil rapat Pemerintah meminta perusahaan mengembalikan lahan milik Gampong, dirinya mengatakan akan dicari solusi agar masyarakat tidak rugi dan pihak perusahaan juga jangan dirugikan, nanti dicari solusi bersama pemerintah

” Terkait plasma sesuai arahan Undang-undang HGU, Secara resmi manager perusahaan itu mengaku tidak ada, karena area kita tidak bisa maksimal, hanya bisa realisasi 20%, Saya tidak tau apa melanggar UU karena tidak dibangun plasma” tutupnya

Sebagaimana diketahui, Camat Kaway XVI, Mulyagus, SS TP.MSI, sudah pernah meminta pihak PT. Betami untuk menghentikan segala aktivitas penanaman kelapa sawit apa bila telah memasuki lahan warga pada wilayah Gampong Batu Jaya.

Berdasarakan surat tebusan atau permeberitahuan dari geucik Gampong Batu Jaya Nomor 056/BJ/AB/ – pada tanggal 08 Maret 2010 lalu. Pihak kecamatan Kaway XVI meminta PT. Betami untuk menghentikan aktivitasnya pada lokasi yang terterah pada peta digitasi yang merupakan hak milik warga Gampong Batu Jaya yang di buktikan dengan sertifikat tanah dari Badan Pertanahan Nasional (BPN) Aceh, (SK Gubernur Nomor 9/HP/PHDT/DA/1986 dan SK Gubernur Nomor 1/HP/PHDT/DA/1986, serta salinan SK Kepala Kantor Wilayah BPN Aceh Nomor 3/HM/PHDT/BPN/1986).

Terakhir menyangkut masalah sengketa lahan itu, pihak masyarakat setempat hanya mengingikan PT. Betami untuk melakukan pengembalian lahan tersebut, yang hingga belum juga terealisasikan.

- Advertisement -spot_imgspot_img
Kriminal
- Advertisement -spot_img
Advertorial
- Advertisement -spot_img