28.4 C
Banyuwangi
Jumat, Mei 20, 2022
- Advertisement -spot_imgspot_img

FORKOPIMDA DINILAI TIDAK SERIUS TANGANI PERSOALAN PETI DI SINTANG

Sintang, Kalbar – Radar Investigasi |
Menjamurnya aktivitas peti di Sintang dan tidak ada tindakan tegas dari kepolisian dan pemerintah daerah setempat di kabupaten Sintang. akhir – akhir ini di Beritakan di Media Online Tapi belum ada tindakan tegas dari Forum Komonikasi Pimpinan Daerah (FOKOPIMDA) Sintang. Padahal Sudah Seharusnya FORKOPIMDA Sintang Menindak lanjuti dari berita yang beredar Karena Kecamatan – Kecamatan yang ada aktivitas Peti seperti Kecamatan Tempunak dan Kecamatan Sepauk dan Kecamatan Sintang Sudah menjadi Sorotan Serius,bahkan lokasi pertambangan emas Tanpa ijin (PETI) yang ada di desa Sungai Ana Kecamatan Sintang diduga kuat mengancam sumber air minum di daerah itu. Meski demikian Forkopimda Sintang dinilai terkesan tutup Mata dan diam, Seolah olah Tidak mengetahui Berita yang Beredar.

Terpisah berdasarkan konfirmasi awak media Kepada Kasat Reskrim Polres Sintang AKP Idris Bakara mengatakan bahwa “Saya lagi di Jakarta, kalau mau Konfirmasi PETI jangan ke Saya, saya tidak ada hubungan dengan PETI sampai saat ini saya kontra dengan PETI,” tegasnya.

Ditambahkan Candra Makkawaru S.Pd., SH.MH Pengurus Pusat Badan Advokasi Indonesia (BAI) yang Sekarang menyoroti persoalan Pertambangan Emas Tampa Izin (PETI) yang marak di kabupaten Sintang. Menurutnya penanganan peti Harus lebih serius dan didukung seluruh unsur Forkopimda termasuk Polri dan TNI.

“Aktivitas Peti telah Merusak Alam, merusak lingkungan, merusak Sungai dan Lahan dan tidak menutup kemungkinan akan memicu bencana kedepan, tanah longsor, banjir besar, seperti yang banjir yang melanda Sintang tahun lalu,” ungkapnya.

“Maraknya aktivitas peti di kabupaten Sintang akhir akhir ini Masih menjadi tanda Tanya yang serius,
padahal sudah menjadi atensi Serius dari Kapolri dan Pemerintah yang sudah seharusnya ditangani dengan Serius,” kilahnya.

“Tidak ada alasan lagi isi Perut sebab para pelaku Mengunakan alat yang harganya Lumayan mahal (excavator:red) bukan orang susah tapi orang berduit yang mengatas namakan orang susah, coba pikirkan penambang emas dengan mengunakan alat, berapa biaya yang Keluar, apakah uang kecil atau uang besar”, ujarnya.

” Untuk itu, Saya Mendesak Kapolri Bapak Jenderal Listyo Sigit Prabowo agar dapat menurunkan Tim ke kabupaten Sintang guna menghentikan aktivitas PETI yang semakin merajalela dan berpotensi terjadi pencemaran lingkungan, akibat ulah nakal parah cukong yang terkesan terus dibiarkan sampai saat ini,” tutupnya dengan nada tegas.

Belum ada tanggapan dari pihak Forkopimda, sampai berita ini dinaikkan. (Tim)

Darto
Redaktur Media Radar Investigasi
- Advertisement -spot_imgspot_img
Kriminal
- Advertisement -spot_img
Advertorial
- Advertisement -spot_img