oleh

Miris, Seorang Nenek Tuna wisma Warga Bakungan Butuh Sentuhan Pemerintah

Banyuwangi – Radar Investigasi | Seorang Nenek warga bakungan, Kecamatan Glagah, Banyuwangi dirinya mengaku tuna wisma dan tidak mendapatkan bantuan BPNT maupun BST dari pemerintah.

Sarikah tuna wisma mengaku belum mendapatkan bantuan BPNT maupun BST

Nenek tuna wisma, sarikah, mengatakan, saat ini dia tinggal di salah satu rumah milik warga kondisi bangunannya yang belum jadi berada di lingkungan cungking.

Iya mas. Saya tinggal disini sudah satu tahun, milik rumah nya pak adi”terangnya.

Dia mengaku, tidak memiliki rumah sudah 2 tahun, selain itu, mirisnya, nenek sarikah belum tersentuh bantuan dari pemerintah berupa BPNT maupun BST.

Yang lainnya menerima mas, tapi saya belum dapat bantuan”sedihnya.

Dia tak tau mau kemana lagi untuk berhuni jika rumah yang saat dia tampung itu akan di jual oleh pemiliknya.

“saya gak tau lagi mas, mau kemana kalau rumah ini di jual”ucap nenek Sarikah.

Nenek tuna wisma itu dia berharap pemerintah khususnya pemerintah Banyuwangi lebih memberikan perhatian sentuhan bantuan kepada sarikah.

“bu (Red.bupati ) saya minta bantuan “pintanya.

Ditempat berbeda, Ketua RT setempat, Alimik, membenarkan kondisi nenek sarikah sebagai tuna wisma dan belum mendapat bantuan dari pemerintah.

“iya mas benar, dia tinggal di rumah pak adi”ujar RT.

Kata RT. Nenek sarikah untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari bekerja sebagai buruh tani dan mencari rongsokan (Red. Barang bekas) untuk di jual, penghasilnya pun sangat minim Rp. 50.000 seminggu

“Dia juga jual rongsokan “katanya.

Menurut Alimik, Pemerintah Daerah semoga bisa memberikan fasilitas tempat hunian yang layak kepada tuna wisma khususnya Sarikah.

” dia (Red. sarikah) sudah berpindah-pindah 4 kali”ucapnya

RT berharap kepada pemerintah agar membantu Sarikah dalam bentuk apapun.

” iya mas semoga pemerintah bisa membantu bu sarikah”pungkasnya (red)