Iklan
image_pdfimage_print

TEBO JAMBI-RADARINVESTIGASI | adanya dugaan bahwa proses Peradilan, yang menyeret Oknum Wakil Ketua II DPRD Tebo menjadi Terdakwa terkesan timpang dan tidak adil. Serta adanya dugaan keberpihakan Kepala Pengadilan Negeri Tebo terhadap terakwa saudara Syamsu Rizal. Hal itu, Sejumlah Aktivis, yang tergabung dalam (LSM) Akomodasi Rakyat Miskin (Akram), dan (LSM) Masyarakat Peduli Pemantau Anggaran Negara (Mappan), mendatangi Pengadilan Tinggi Jambi. Pada Jum’at (30/04/21).

Kordinator Lapangan ( Korlap ), Hadi Prabowo Mengatakan, Selama Armansyah Siregar menjadi Kepala Pengadilan Negeri ( PN ) Tebo, ini perkara kedua yang menyeret Dua anggota DPRD kabupaten Tebo sampai keranah Persidangan. Tahun 2019 Armansyah Siregar juga pernah memeriksa Kasus Junawarzi Anggota DPRD yang menggunakan gelar akdemik tanpa hak. Jumawarzi divonis dengan hukuman Kurungan Penjara 2 bulan dan denda Rp. 10.000.000,

“sementara jumawarzi itu diancam dengan Pidan Penjara 10 Tahun dan Denda 1 Milyar. Jelas ini sangat tidak berkeadilan’ucapnya

dia menambahkan, mereka takut Hal serupa juga bakal terjadi terjadi atas perkara Terdakwa Syamsu Rizal, dimana Pengadilan Negeri Tebo tak berdaya dan terkesan mengistimewakan kalangan pejabat, ketimbang rakyat,

“kalau rakyat kecil sudah barang pasti ditahan dulu baru sidang, kalau pejabat sudang sidang saja tak kujung dipenjarakan. Sama halnya dengan kasus ini.”tuturnya

perlu diketahui, berdasarkan data yang berhasil dihimpun lewat Sistim Informasi Penelusuran Perkara (SIPP), Pengadilan Negeri Tebo, Syamsu Rizal alias Iday, didakwa dengan pasal 82 ayat (1) jo pasal 12 huruf (b) Undang Undang Nomor 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan. Diduga Syamsu Rizal dengan sengaja melakukan penebangan pohon dalam kawasan hutan tanpa memiliki izin yang dikeluarkan pejabat yang berwenang.

ditempat yang sama, di dalam aksinya sementara, Amir Akbar Ketua LSM Akomodasi Rakyat Miskin (Akram) selaku, Orator Meminta Pengadilan Tinggi Jambi memerintahkan Pengadilan Negeri Tebo segera menjemput paksa dan menahan iday, karna satu hari sebelum masa tahanan kota habis, Pasalnya terdakwa syamsu rizal sudah berada dijakarta.

Situasi mendadak memanas dan penuh Emosi, Ketika Amir Akbar selaku orator, sedang berorasi, Sianturi Selaku Humas Pengadilan Tinggi Jambi, mewakili Kepala Pengadilan Tinggi Jambi menemui para demonstran untuk mendengarakan asiparasi.

“bahwa tidak ada kata tawar menawar, kami minta Kepala Pengadilan Tinggi Jambi yang menemui kami.”orasinya

Masih Kata Amir, pihaknya tidak mengetahui Sebenarnya ada apa dengan upaya penegakan hukum di negeri ini, pasalnya 2 orang yang bekerja dengan iday, sudah ditetapkan sebagai terdakwa dan saat ini sudah berstatus sebagai terpidana. dengan vonis hukuman Kurungan 1 tahun penjara, dan Denda 500 Juta Rupiah.

“Namun lain halnya dengan iday yang masih bisa jalan – jalan dengan daligh Kunjungan Kerja ke DKI jakarta”kesal dia

ditempat yang sama juga, Humas Pengadilan Tinggi Jambi, Sianturi , mengatakan pihaknya sangat menghargai kepedulian rekan – rekan (LSM) yang peduli dengan pengusutan kasus di Tebo tersebut.

“Memang seperti ini seharusnya, masyarakat melakukan kontrol terhadap jalannya proses hukum. Kami pastikan bahwa Pengadilan tinggi jambi akan mengawasi dan memantau jalannya proses persidangan yang melibatkan Terdakwa Syamsu Rizal Oknum Wakil Ketua II DPRD Tebo.”pungkasnya (tim)

Asmuri
Author: Asmuri