Beranda Jawa Wabup Nganjuk Sempat Di Vaksin 2 Kali Namun Terpapar Covid, Ini Kata...

Wabup Nganjuk Sempat Di Vaksin 2 Kali Namun Terpapar Covid, Ini Kata Pakar

118
Wakil Bupati (Wabup) Nganjuk Marhaen Djumadi terkonfirmasi positif Covid-19 (kiri) dan foto ilustrasi vaksin covid-19 buatan Sinovac China /img : surya.co.id

Nganjuk -Radar Investigasi | Wakil Bupati (Wabup) Nganjuk Marhaen Djumadi terkonfirmasi positif Covid-19, meski telah mendapat suntikan dosis kedua vaksin Covid-19, Rabu (10/2/2021).

Ketua Tim Riset Corona dan Formulasi Vaksin dari Professor Nidom Foundation (PNF), Prof dr Chairul Anwar Nidom mengungkapkan jika ada dua kemungkinan penyebab Marhaen terinfeksi.

Yaitu tidak ada antibody yang protektif atau mutasi Covid-19.


Pasalnya jumlah antibody atau titer setiap individu berbeda setelah mendapat vaksin.

“Jadi setelah vaksin pertama bisa di cek di lab apakah antibody sudah terbentuk dengan jumlah sudah cukup untuk proteksi,”urai Prof Nidom, Sabtu (20/2/2020).



Pasalnya sejak penyuntikan dosis pertama, antibody bisa terbentuk.

Sementara penyuntikan dosis kedua sebagai booster untuk meningkatkan jumlah antibody dalam tubuh untuk melawan virus.



Prof Nidom mengungkapkan telah melakukan pengujian pada individu yang sudah di vaksin untuk melihat titer dan antibody yang protektif. Dan hasilnya menunjukkan jumlah yang bervariasi.

“Yang diharapkan tentunya ada antibodi yang protektif setelah vaksin. Jika sudah ada antibodi yang protektif tapi masih terinfeksi, maka kemungkinan besar virusnya sudah mutasi. Sehingga pemeriksaan jenis virus juga harus dilakukan pada wabup,”lanjutnya.

Dikatakannya, meskipun antibody terbentuk setelah divaksin, belum tentu antibody tersebut bisa melawan virus yang sudah bermutasi.

Ia mencontohkan sifat antibody yang terbentuk dari vaksin tidak bisa membuat reaksi silang.

Jadi vaksin untuk melawan virus A maka tidak bisa melawan virus A+1 .

Untuk itu, dengan mencanangkan vaksinasi maka juga harus menjamin antibody terbentuk.

Hal ini bisa dilakukan dengan pengecekan laboratorium saat akan vaksinasi tahap kedua.

“Target pemerintah sejauh ini hanya menyuntik, bukan memantau apakah antibody sudah terbentuk. Jadi yang sudah vaksin harus tahu antibodynya berapa, jadi misal sebulan lagi antibodynya turun harus minta vaksinasi lagi,”urainya.



Iapun menegaskan vaksin bukan satu-satunya intervensi untuk menekan kejadian Covid-19.

Intervensi non medis juga harus tetap dilakukan dengan meningkatkan kepatuhan masyarakat pada protokol kesehatan yaitu dengan menjalankan 5M.

“Intervensi medis maupun non medis merupakan bagian penting yang harus dilakukan secara terukur untuk memutus rantai penyebaran Covid-19 di Indonesia,” pungkasnya.

Wakil Bupati Nganjuk Terkonfirmasi Covid-19 Meski Sudah Divaksin

Sebelumnya, Wakil Bupati Nganjuk, H Marhaen Djumadi terkonfirmasi positif corona setelah Wakil Bupati Nganjuk melakukan test Swab di RSUD Nganjuk.

“Benar, kami positif covid-19 dan saat ini sudah menjalani isolasi di RSUD Kertosono Nganjuk,” kata Marhaen Djumadi dikonfirmasi via ponselnya, Jumat (19/2/2021) sore.

Dijelaskan Marhaen Djumadi, dirinya baru merasa tidak enak badan baru hari Kamis (18/2/2021).



Selanjutnya melakukan test Swab untuk memastikan dirinya terkonfirmasi positif covid-19 atau tidak.

“Ternyata hasilnya positif covid-19, ya sudah langsung isolasi ini,” ucap Marhaen Djumadi.

Sebetulnya, dikatakan Marhaen Djumadi, dirinya setiap minggu melakukan tes antigen.

Dan minggu lalu isterinya dan anak pertama serta anak ketiganya yang reaktif.

Hasil tersebut ditindaklanjuti dengan tes Swab dengan hasil positif covid.

Selanjutnya isteri dan dua anaknya langsung menjalani isolasi di RSUD Kertosono Nganjuk.

Tapi dirinya dari tes antigen minggu lalu tersebut hasilnya non reaktif.

“Dan karena saat ini saya juga positif covid sehingga bersama isteri dan dua anak sama-sama menjalani isolasi di RSUD Kertosono,” ujar Marhaen Djumadi.

Memang, diakui Marhaen Djumadi, dirinya pekan ini cukup sibuk dengan terjadinya musibah tanah longsor di dusun Selopuro Desa Ngetos Kecamatan Ngetos dan banjir di sejumlah titik wilayah Kabupaten Nganjuk. Hal itu menuntut dirinya harus kesana-kemari untuk ikut menangani musibah bencana alam yang terjadi tersebut.

Bahkan, ungkap Marhaen Djumadi, sejumlah Menteri dan para tamu pejabat tinggi Provinsi Jawa Timur juga ditemuinya terkait penanganan bencana alam di Kabupaten Nganjuk.

“Ditengah aktifitas padat tersebut kami belum merasakan apa-apa, dan baru kemarin itu terasa badan tidak enak yang ternyata kena covid-19,” tandas Marhaen Djumadi.



Seperti diketahui, Wakil Bupati Nganjuk sebetulnya telah mendapatkan dan mengikuti vaksinasi covid-19 sebanyak dua kali.

Yakni vaksin pertama pada tanggal 27 Januari 2021 dan vaksin kedua pada tanggal 10 Februari 2021.

Turut mendapatkan vaksin tersebut Bupati Nganjuk, Kapolres Nganjuk, Komandan Kodim 0810 Nganjuk, dan Forpimda Kabupaten Nganjuk serta sejumlah tokoh publik di Kabupaten Nganjuk.

Untuk itu, imbuh Marhaen Djumadi, pihaknya berharap warga untuk mematuhi dan menjalankan Protokol Kesehatan dengan baik dan benar.

Ini dikarenakan penyebaran covid-19 masih terus terjadi dan bisa menimpa siapa saja tanpa melihat itu pejabat atau warga biasa.

“Kami mengajak masyarakat untuk menjalankan Prokes dengan benar dan baik. Seperti dengan menjalankan 3M yakni memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak. Dan jangan lupa menjaga imun agar tidak turun dengan pikiran fress dan makan makanan bergizi,” tutur Marhaen Djumadi (*)









sumber : surya.co.id

redaksi
Author: redaksi