Iklan
image_pdfimage_print

Gaza – Radar Investigasi | Jumlah warga Palestina di Jalur Gaza yang tewas karena serangan Israel terus bertambah.

Dikutip dari AFP pada Kamis (13/5) waktu setempat, korban yang tewas tersebut

termasuk 27 anak-anak dan 11 wanita. Sedangkan 580 orang lainnya terluka.

Sedangkan di Israel, dilaporkan sebanyak 7 orang tewas, termasuk seorang anak berusia 6 tahun, setelah sebuah roket dari Hamas menghantam sebuah rumah.

Israel membalas serangan tersebut pada Kamis (13/5) pagi atau tepat saat Hari Raya Idul Fitri dengan mengerahkan jet tempur.

Tentara Israel menyatakan “jet tempur menghantam kompleks militer markas besar intelijen Hamas. Lusinan anggota Hamas hadir di kompleks itu saat serangan,” kata tentara Israel.
Kemudian menjelang siang, puluhan roket ditembakkan dari Gaza ke Ashdod dan Ashkelon, kota-kota pesisir selatan Israel, serta di sekitar bandara Ben Gurion di Israel tengah.

Sementara itu di Gaza, orang-orang dievakuasi dari rumah mereka mengantisipasi serangan Israel, khususnya melalui jalur darat.

Serangan roket menuju Israel tak hanya berasal dari Gaza. Tercatat 3 roket baru-baru ini ditembakkan dari Lebanon selatan menuju Israel. Tentara Israel mengatakan roket itu jatuh di laut.
Sumber militer dan keamanan Lebanon mengatakan roket diluncurkan dari dekat kamp pengungsi Palestina di Rashidiyeh.
Sebuah sumber yang dekat dengan musuh bebuyutan Israel, Hizbullah, mengatakan kelompok Syiah Lebanon tidak memiliki hubungan dengan insiden tersebut.

Tentara Israel mengatakan dalam sebuah pernyataan: “Beberapa waktu yang lalu, tiga roket ditembakkan dari Lebanon ke Laut Mediterania di lepas pantai Galilea.”
“Menurut protokol tidak ada sirene yang dibunyikan”.
Tembakan roket terjadi ketika Israel telah mengerahkan pasukan tambahan ke perbatasan Jalur Gaza.
Pada tahun 2014, selama serangan militer Israel sebelumnya di Gaza, roket juga ditembakkan dari Lebanon selatan menuju Israel utara.

(kmprn)

redaksi
Author: redaksi