Beranda Lombok Lombok Tengah Ulah 2 Oknum usai “mencemarkan” Nama Baik, Polres Praya Segera Gelar Perkara

Ulah 2 Oknum usai “mencemarkan” Nama Baik, Polres Praya Segera Gelar Perkara

103
0

Lombok Tengah – Radar Investigasi | saksi kembali di panggil untuk dimintai keterangan oleh polisi ke Polsek Batukliang Utara dimintai keterangan atas dugaan pencemaran nama baik kepada warga dusun tanak beak barat dua, Hamdi, yang dilakukan oleh oknum perangkat Desa Tanak Beak, Jaelani, dan salah satu oknum ASN yang saat ini bertugas sebagai guru di salah satu Sekolah Dasar, H.Abdurrahim Amin (03/11/2020)

saksi dari masyarakat dusun tbb 2 yang berinisial MH di introgasi oleh penyidik berdasarkan laporan dugaan pencemaran nama baik yang dilakukan oleh Jaelani yang mengeluarkan dan mengumumkan salah satu warganya setelah solat Jumat di masjid Darul Muttaqien Tanak Beak barat II Desa Tanak Beak Kecamatan batukliang utara,

dari informasi dihimpun, pengumuman yang dilakukan oleh Jaelani dihadapan orang banyak setelah usai solat Jumat , pengumuman tersebut berisi pemberitahuan tentang pengeluaran salah satu warganya bernama Hamdi menjadi penduduk setempat,

hal tersebut membuat masyarakat menjadi kecewa karena sikap arogan Kadus yang bernama Jaelani, dan oknum ASN .H.Abdurrahim Amin yang diduga menjadi propokator atas tindakan arogan tersebut ,

tak terima dirinya diumumkan Hamdi melaporkan kejadian tersebut ke Polres Lombok Tengah

Korban melaporkan kejadian tersebut karena diduga telah mencemarkan nama baiknya yang mengakibatkan dirinya merasa terkucilkan, dan dihina sehingga menyebabkan banyak orang kecewa dan tidak terima.

Atas perbuatan kadus tanak Beak barat dua tersebut ,banyak warga yang menyatakan diri keluar dari dusun Tanak Beak barat II , tak hanya itu buntut dari pengumuman tersebut telah menjadikan masyarakat dan keluarga korban menjadi keberatan atas kelakuan Jaelani , jika tidak segera ditangani oleh pihak yang berwenang maka akan dihawatirkan akan terjadi komplik yang berkepanjangan

Saksi MH mengatakan pada saat di introgasi di Polsek Batukliang Utara mengatakan , cara yang di lakukan Kadus dihadapan orang banyak tersebut tidak baik dan benar sehingga menyebabkan korban merasa malu, dan merasa terhina

“dalam berita acara introgasi tersebut MH dicecar dengan 17 pertanyaan oleh penyidik Bripka I Nyoman Aryana”terang mH

Sementara itu, Kanit Reskrim, polsek batukliang utara ,Iptu jon di konfirmasi, terkait, tindak lanjut perkara setelah diadakan introgasi saksi tambahan, mengatakan, kasus tersebut akan di gelar di polres Lombok Tengah “nanti akan gelar perkara di polres”tutupnya melalui pesan WhatsApp (Sukron)