Beranda Jawa Jawa Timur Tak Ada Sebab Jelas, Remaja di Tambaagung Bacok Tetangga Hingga 7 Kali

Tak Ada Sebab Jelas, Remaja di Tambaagung Bacok Tetangga Hingga 7 Kali

31
0

Sumenep. Radarinvestigasi.id – Seorang remaja di Dusun Tambaagung, Desa Tambaagung Tengah, Kecamatan Ambunten, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, Tamim (30), tega membacok tetangganya sendiri, Asmad (30), hingga mengalami beberapa luka bacok. Pembacokan itu dilakukan Tamim tanpa alasan yang jelas.

“Korban dibacok sebanyak 7 kali hingga mengalami beberapa luka robek pada bagian kepala, jari tangan kiri dan kanan, lengan kanan bagian dalam serta bahu,” ungkap Kasubbag Humas Polres Sumenep, AKP Widiarti dalam rilisnya, Senin (24/08/2020).

Peristiwa pembacokan tersebut bermula saat Asmad (Korban) ingin menjemput anaknya yang sedang mengaji di masjid Nurul Huda, salah satu masjid di Desa tersebut dengan berjalan kaki sendirian pada hari Minggu tanggal 23 Agustus 2020 sekitar pukul 18.30 WIB kemarin.

Pada saat Asmad melewati halaman rumah Tamim (Pelaku), tiba – tiba istri dari pelaku memanggil Asmad untuk mampir kerumahnya. Lalu, Asmad manghampirinya yang kebetulan berada di ruang tamu rumahnnya.

Perbincangan antara istri Tamim dan Asmad didalam ruang tamu itu membincangkan terkait perihal kebutuhan istri Tamim, yakni ingin meminjam uang sebesar Rp 7 juta kepadanya. Alih – alih Asmad menjawab, tiba – tiba Tamim datang masuk ke rumahnya dan langsung membacok Asmad yang berada diruangan tamu menggunakan sebilah parang.

Tamim menyerang dan membacok Asmad secara membabi buta, hingga ada kesempatan sikorban berhasil melarikan diri keluar dari dalam rumah pelaku dengan penuh luka dan darah menuju ke rumah Yasin yang tak jauh dari rumah Tamim.

Selanjutnya, Yasin langsung membawa Asmad ke klinik Barokah di Kecamatan Ambunten guna menjalani perawatan.

“Atas insiden itu, Hamami (28), yang tak lain istri korban selanjutnya datang untuk melapor ke Polsek Ambunten, pada pukul 20.00 WIB,” terangnya.

Sementara barang bukti (BB) yakni sebuah baju lengan pendek motif kotak warna kombinasi putih hitam, terdapat bercak merah diduga darah korban. Kemudian sebuah sarung motif bergaris dengan warna kombinasi merah dan biru, diamankan Polsek Ambunten.

“Pelaku dijerat dengan pasal 351 ayat (1) KUHP tentang tindak pidana penganiayaan,” pungkas AKP Widiarti. (Adi)