Beranda News Rumah Zuafa Tidak Layak Huni Diduga di Kelabui oleh Oknum Kontraktor

Rumah Zuafa Tidak Layak Huni Diduga di Kelabui oleh Oknum Kontraktor

6
0

Aceh Timur-Radar Investigasi.Id- Sungguh kasihan menimpa Basyarah warga Desa Kuala Idi Kecamatan Idi Rayeuk. Sebagai rakyat kecil mendapat secercah harapan dari pemerintah menjadi Keluarga Penerima Manfaat ( KPM ) Bantuan Rumah Layak Huni dari Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman Provinsi Aceh . Namun perhatian Pemerintah tersebut diduga dimanfaatkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Saat Rumah Basyarah hendak dibangun, Basyarah melalui isterinya dimintai biaya Langsir bahan ( matrial ) alias ongkos angkut menuju rumah. Menurut isteri Basyarah , Mar ( nama panggilan) menjelaskan bahwa oknum yang meminta biaya tambahan tersebut meminta biaya angkut matrial dengan alasan matrial tersebut jauh dari lokasi bangunan. Padahal menurut Mar jarak antara matrial hanya berjarak 15 meter.

Mar juga menjelaskan kepada awak Media ini , Senin, 3 Agustus 2020 dirumahnya, bahwa biaya yang diminta oleh oknum tersebut sebesar Rp.1.500.000,-(satu juta lima ratus ribu rupiah).

” Saat saya dimintai uang yang katanya untuk biaya angkut matrial karena jaraknya jauh. Kalau tidak ada biaya angkut maka kami tidak bisa kerja begitu katanya pak. Karena saya merasa takut tidak akan dibuat rumah makanya saya berikan uang ketukang itu. Saya usahakan uang tersebut dari hasil ngutang sama tetangga agar terlaksana pembangguna rumah saya, suami saya sendiri tidak tau dalam hal ini.

Mar juga merasa trauma (takut) karena sebelumnya mar hampir kehilangan bantuan rumah tersebut. Kejadiannya saat awal ferivikasi, rumah Basyarah (Suami Mar) belum kunjung dibangun juga padahal rumah bantuan serupa milik orang lain sudah dibangun sehingga Mar khawatir. Belum lagi saat matrial telah sampai ke lokasi berupa semen, besi dan pasir, timbul masalah baru lagi yang membuat Mar semakin khawatir, karena semen dan besi diangkut lagi entah kemana dibawa oleh pelaksana pembangunan. Dengan berbagai upaya Mar barulah rumah Mar jadi dibangun.

Menurut informasi didapat, rumah Mar atas nama Basyarah (suami Mar) dibangun oleh salah seorang rekanan yang bernama Musliadi yang akrab dipanggil geuchik Adi.

Saat Geuchik Adi dikonfirmasi awak media ini, kemarin Senin, 3 Agustus 2020 janji akan ketemu dengen Rakan media, dan tukang, beserta pemilik rumah pada hari Selasa, tapi apa yang terjadi, janji ketemu sama Rekan media tidak terpenuhi, dan sampai saat ini belum jugak di konfirmasi balek.

“Saya berharap kepada dinas perumahan rakyat untuk mengambil tindakan yang tegas kepada oknum kantraktor dan Rakan kerja alias (tukang), agar kedepan tidak ada lagi oknum yang selalu meresahkan rakyat miskin,” tutupnya. (Tim)