Beranda News Riau POLISI TEMUKAN 5 KG SABU DALAM KAMAR SEKDA TANJUNG BALAI DI MES...

POLISI TEMUKAN 5 KG SABU DALAM KAMAR SEKDA TANJUNG BALAI DI MES PEMKO

23
0

RADAR INVESTIGASI.ID MEDAN. Narkotika jenis sabu-sabu seberat 5 kg ditemukan petugas Sat Narkoba Polrestabes Medan, dari kamar milik Sekda Kota Tanjungbalai di Mess Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungbalai.

Penemuan narkotika, setelah petugas menangkap tiga kurir sabu yakni berinisial JSP, CP dan SP, di Jalan Sidingamangaraja tepatnya di Rumah Makan Ayam Penyet, Pencak.

“Benar, ada 5 Kg sabu kita amankan dari dalam kamar bertuliskan Sekda di Mess Pemko Tanjungbalai. Kini kasus tersebut masih kiya kembangkan,” kata Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Riko Sunarko di Mapolrestabes Medan.

Kata Kapolrestabes, pihaknya dalam waktu dekat akan memanggil dan memeriksa sejumlah aparatur sipil negara (ASN) Pemko Tanjung Balai.

“Terkait penemuan sabu tersebut. Sejumlah ASN Pemko Tanjungbalai akan kita periksa. Diantaranya adalah Sekda Kota Tanjungbalai. Untuk menelusuri mengapa narkotika (sabu) bisa ada atau masuk ke dalam kamar Mess Pemko,” sebutnya.

Dijelaskan Kombes Pol Riko Sunarko, seorang pelaku (kurir) yang sudah tertangkap diantaranya oknum wartawan media cetak mingguan. Orangtua dari pelaku memiliki hubungan dekat dengan Wali Kota Tanjungbalai.

“Kami akan masih mendalami bagaimana bisa pelaku memakai fasilitas itu, untuk menyimpan sabu itu. Sekda akan kami periksa untuk proses lebih lanjutnya,” tuturnya.

Pengakuan pelaku, mereka baru sekali melakukan aksi ini. Mereka mendapatkan imbalan Rp 400 juta, jika barang itu sampai di tujuan.

“Para kurir merupakan jaringan internasional, lintas provinsi. Ketiga pelaku mengaku baru sekali menjadi kurir narkoba. Rencannya barang bukti itu akan dikirim dengan orang lain dan mereka juga mengaku belum menerima upahnya. Tapi ini akan terus dilakukan pendalaman,” ungkapnya.

Dari ke tiga pelaku, awalnya kepolisian menemukan 4 Kg narkoba jenis sabu, dan 5 Kg dari mess Pemko Tanjung Balai. Barang itu didapat dari Dumai, Riau.

“Para pelaku dipersangkakan melanggar UU tentang narkotika dengan hukuman maksimal 20 tahun penjara, dan atau seumur hidup. Kami juga bertekad akan memutus peredaran dan penyalahgunaan narkoba,” tandasnya. ( ipur.s )