Iklan
image_pdfimage_print

Banyuwangi – Radar Investigasi | Salahsatu pelanggan PLN warga Banyuwangi, Wahyu Windria Sena Mukti, dirinya merasa geram pasalnya petugas PLN Banyuwangi di saat Melakukan Pemutusan Sambungan Listrik dirumahnya Asal Nyelonong Masuk Ke pekarangan Tanpa seizin Dari pemiliknya. Jumat, 22/01/2021), sekitar pukul 09.00 wib

Wahyu Windria Sena Mukti, bercerita, Tiba-Tiba petugas PLN datang dan masuk ke pekarangan rumah miliknya tanpa ijin, kemudian petugas tersebut membongkar meteran pemilik rumah tanpa seijin dan komunikasi terlebih dahulu. Usai membongkar Meteran tersebut baru petugas memberitahunya.

“Kebetulan pada saat itu hanya ada istri saya. Seketika itu istri saya menghubungi saya dan saya kaget. Perbuatan petugas PLN itu merugikan saya mas, studio musik saya tidak dapat beroperasi. “keluhnya yang sering di sapa sena itu

Sena berharap kepada pihak PLN jika akan melakukan pemutusan sambungan listrik apalagi masuk ke pekarangan orang lain maka di diwajibkan untuk meminta izin kepada pemilik lahan tersebut.

“Harus ada etika mas, izin dulu kalau mau masuk ke pekarangan”harapnya

Hal itu senada kuasa hukumnya, Sunandiantoro sekaligus Direktur Oase Law Firm, Membenarkan kejadian itu, dia mengatakan Pemilik rumah menggunakan listrik tersebut untuk usaha (studio musik) sehingga terhadap pembongkaran meteran secara sepihak yang jelas jelas dilakukan oleh petugas tersebut

” usaha studio musik klien kami tidak beroperasi yang sudah tentu klien kami mengalami kerugian.”tutur sunan melalui pesan wa kepada media Radar Investigasi

Menurut sunan, petugas PLN diduga petugas tersebut telah masuk unsur pidana sebagaimana Pasal 167 ayat (1) Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), Yakni masuk pekarangan tanpa ijin pemilik rumah ditambah lagi merusak dengan cara membongkar meteran tanpa sepengetahuan dan seijin pemilik rumah

“Sebagai contoh kasus petugas yang memeriksa listrik di rumah pelanggan tanpa disertai surat tugas dan masuk ke rumah pelanggan tanpa ijin pemilik rumah dapat kita temukan dalam Putusan Pengadilan Negeri Denpasar Nomor: 15/ Pid.B/2013/PN.DPS. “cerita dia

Masih kata sunan, memilih memakai tenaga listrik reguler atau prabayar adalah hak pelanggan sebagaimana pasal 9 ayat 2 Permen ESDM RI No. 27 Tahun 2017.

“jadi PLN tidak boleh memaksa pelanggan untuk memakai Prabayar. Tadi kami dari PLN, bertemu dengan Supervisor bernama pak agung. Kami meminta agar PLN bertanggungjawab mengembalikan Meteran tersebut seperti semula. “Tegasnya

sunan mengaku sudah bertemu pihak PLN, Agung, lanjut Sunan, Awalnya Agung menanggapi bahwa terhadap pengembalian tersebut tidak bisa hari ini dilakukan karena meteran yang sudah diambil tersebut tidak bisa dipasang kembali.

Kalau pun dipasang dengan material meteran tenaga listrik reguler tidak bisa dilakukan hari ini. Karena stok bahan materialnya sedang kosong.

Mereka sempat berdebat panjang, akhirnya, Agung berjanji akan memasang kembali material meteran Tenaga Listrik Reguler hari ini sebelum malam.

“Sekarang pukul 14.04 dilakukan pemasangan meteran pasca bayar ulang”pungkasnya

Disisi lain, upaya Radar Investigasi konfirmasi kepada Manager Unit pelayanan PLN UP 3 Banyuwangi Dwi Mulyono, melalui pesan wa hingga berita ini di muat,masih belum ada jawaban.

redaksi
Author: redaksi