Beranda News Sumatra Pencemaran Air dan Lingkungan Danau Destinasi Wisata Digombak Tebo Ulu

Pencemaran Air dan Lingkungan Danau Destinasi Wisata Digombak Tebo Ulu

85
0

TEBO, JAMBI-RADARINVESTIGASI.ID-Kelestarian Lingkungan merupakan Hal yang paling Penting terhadap kelangsungan Hidup ekosistem yang berada sekitar nya, karena merupakan wujud alami sumber daya alam yang memberikan ragam kemanfaatan bagi sumber daya alam itu sendiri dan manusia yang bergantung pada hasil dari beragam kekayaan alam yang terkandung didalamnya.

Senin tanggal 31 Agustus 2020, redaksi mendatangi dewan perwakilan rakyat di DPRD kabupaten Tebo, salah seorang anggota Komisi III Mursalin menanggapi tentang adanya isu ilegal drill di kawasan destinasi wisata, yang merupakan salah satu ikon Kab.tebo beliau mengatakan ” kami belum menerima laporan dari masyarakat/kepala desa setempat . Untuk itu saya akan mencoba berkordinasi kepada pihak lain yang terkait dengan pokok permasalahan ini untuk membicarakan tindakan apa yang akan di ambil’ .

Kemudian meminta redaksi menemui salah satu rekan satu komisi dengan nya ” SAHENDRA (Kalek) kerena beliau tinggal di area tersebut ,” Kalek ” mengatakan atas temuan tim redaksi atas air danau yang keruh bewarna coklat itu adalah akibat dari aktifitas beberapa warga yang melakukan kegiatan pengambilan mineral logam emas dengan cara (ngeben), memang hal ini “saya ketahui namun saya juga belum menerima laporan dari kades nya , saya sendiri terkena dampak nya ‘ dikerambah saya ikan nya banyak yang mati.

“kami mencoba akan kordinasi dengan pihak komisi satu karena bidang yang bertanggung jawab pada parawisata ada disitu ” hal ini akan segera kami koordinasikan dengan semua pihak termasuk pihak penegakan hukum (Gakum) untuk di tindak lanjuti tukas nya.

Rio Apriyanto selaku ketua pelaksana harian Lembaga lingkungan (OKSIGEN) Mendapat laporan dari salahsatu pemuda Desa Jambu kecamatan Tebo uluh kabupaten Tebo atas tercemarnya air danau yang mengakibatkan view wisata menjadi tidak alami karena ulah segelintir orang yang memintingkan kepentingan sendiri .

” menyangkut kewenangan itu tak lepas dari peran dan tupoksi para anggota dewan di komisi yang membidangi parawisata, lingkungan hidup dan sumberdaya alam, Dinas LHK Kab.tebo ,Dinas PORAPAR Kab.Tebo.

” untuk seluruh stake holder dan pemangku kepentingan melakukan tindakan reaksi cepat untuk segera menanggulangi kegiatan tersebut sebelum makin banyak pelaku yang berdatangan dengan alasan isi perut. ,Semua butuh isi perut tapi menyangkut lingkungan lebih banyak dampak negatif yang ditimbulkan daripada hal positif artinya itu kegiatan yang salah ,akan muncul isu pembiaran lagi bagi pemangku kepentingan . Apalagi menunggu laporan dari kades seperti hal yang disampaikan oleh beberapa dewan tadi. Itu kurang tepat bila jawaban nya belum menerima laporan dari kades , setelah menerima informasi tentang hal itu.

” Dari media saya beharap kawal ini , sebatas mana tindakan daripada anggota dewan setelah menerima informasi ini. Kami juga akan menyurati Dinas lingkungan hidup propinsi, DPRD tingkat satu ,BKSDA serta Polda Jambi. Untuk berkoordinasi dengan parapihak dalam menyelesaikan permasalahan, tentunya harus bermuara pada solusi dari pemerintah dan lembaga,” tutupnya. ( bk)