Beranda Kabar HuKrim Pemuda Ini Pamer Alat Kelaminya Via WA, Akhirnya Di Ringkus Polisi

Pemuda Ini Pamer Alat Kelaminya Via WA, Akhirnya Di Ringkus Polisi

11
0
Img: Net

Sulawesi Selatan-Radar Investigasi |Kelakuan KNA (26 ) warga Bulolohe, Kec. Rilau Ale, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan Peneror panggilan video cabul melalui aplikasi WhatsApp terhadap belasan mahasiswi Universitas Islam Negeri (UIN) Makassar akhirnya Diciduk Polisi.

Kapolda Sulsel Irjen Pol Drs. Merdisyam menjelaskan, penyidik telah memeriksa yang diduga korban berjumlah 15 (lima belas) orang, dan yang telah diperiksa 4 (empat) orang. Keempat korban tersebut merupakan mahasiswi UIN Alauddin Makassar

para korban merasa terlecehkan Pasalnya Pelaku Memperlihatkan alat kelaminnya melalui media Video Call Whatsapp dengan korban

” Jadi Pelaku ini menghubungi korban dan ketika tersambung, pelaku memegang alat kelaminnya sambil melakukan video call kepada beberapa korban mahasiswi UIN Makassar,’jelas Kapolda dalam Jumpa Pers, Kamis (8 Oktober 2020)

Lebih lanjut, dikatakan, bahwa kejadian pelecehan tersebut terjadi sejak bulan September tahun 2020 pelaku mengirimkan foto dan video alat kelamin melalui media sosial whatsapp (WA) kepada Belasan mahasiswi UIN Makassar.

Kapolda menambahkan, motif pelaku yaitu untuk melampiaskan hawa nafsunya., karena stres akibat patah tulang akibat kecelakaan lalu lintas

kronologis penangkapan Lanjut Kapolda, hasil penyelidikan yang dilakukan oleh Subdit 5 cyber crime Direskrimsus Polda Sulsel, mendeteksi pelaku KNA (26) yang berada di kab. Bulukumba,

Kemudian Tim cyber crime mendatangi pelaku dan melakukan pemeriksaan handphone jenis samsung galaxy A7 yang dikuasai pelaku, dan didalamnya ditemukan foto dan video alat kelamin yang dikirimkan pelaku kepada korban
.

Polisi Mengamankan barang bukti berupa 1 (satu), unit handphone milik pelaku dan 1 (satu) lembar screenshot chat WA antara pelaku dengan korban

Sementara itu, pelaku KNA (26) mungakui diirinya melancarkan aksi dengan berkenalan di Instagram menggunakan akun palsu dengan korban, dan dilakukannya di rumahnya sendiri di Bulukumba

Merdisyam mengatakan sejauh ini sudah ada 15 mahasiswi yang mengaku menjadi korban tindak pidana pelecehan seksual yang dilakukan KMA. Dari 15 korban tersebut, sudah ada 4 di antaranya yang telah diperiksa. KMA dijerat Pasal 45 ayat 1 Juncto Pasal 27 ayat 1 UU RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. “Sebagaimana dimaksud dalam pasal 27 ayat 1, pelaku dapat dipidana dengan lama 6 tahun dan denda paling banyak Rp 1 miliar,” kata Merdisyam.

( ARIFUDDIN SIKKI ).