Beranda News Pekerjaan Proyek Kereta Api Di Kecamatan Mandalle Dikeluhkan Warga Sekitar

Pekerjaan Proyek Kereta Api Di Kecamatan Mandalle Dikeluhkan Warga Sekitar

41
0

Pangkep.Radarinvestigasi.id-Pembangunan proyek rel kereta Api yang di laksanakan oleh Kontraktor PT.Eka Surya Alam di wilayah Desa Coppo Tompong dan Desa Tamarupa dikeluhkan oleh Masyarakat Sekitar terkhusus warga Manyalla Desa Coppo Tompong dan Desa Tamarupa.

Salah satu Warga manyalla (Rusdi) Mengatakan “pada dasarnya masyarakat manyalla tetap mendukung proses kegiatan yang dilakukan untuk pembangunan kereta api, namun perlu diperhatikan Dampak atau imbas dari kegiatan ini, seperti debu yang menyebabkan penyakit ISPA kepada warga terkhusus anak-anak.

Selain Rusdi, warga lain seperti Ilyas juga menyayangkan proses penyiraman jalan yang hanya dilakukan 2 hari sekali, “Harusnya penyiraman dikondisikan sesuai cuaca, karena cuaca sekarang masuk musim Panas, maka penyiraman harus rutin untuk menghindari munculnya Debu”. Selain itu dengan Beban kendaraan yang berlebihan maka kondisi Jalan sudah mulai banyak yang rusak.

Ilyas juga menambahkan “Bercermin dari proyek yang ada di Barru perusahaan memberikan kompensasi kepada warga yang terdampak debu, maka kami berharap di manyalla juga bisa di adakan” tambahnya. Begitu juga warga atas nama Jalil, mengeluhkan sopir yang selalu ngebut dijalan karena bisa membahayakan warga.

Mengatasi persoalan yang dihadapi Warganya, Camat kecamatan Mandalle (Mashud, S.Sos., M.Si) segera melakukan fasilitasi untuk Mediasi antara Warga dan Pengelola proyek pekerjaan kereta API yakni PT.Eka Surya Alam bertempat di Aula Kantor Camat hari ini (19/08/2020) “Pembangunan proyek rel kereta Api di wilayah kecamatan Mandalle melintasi lima Desa dari enam desa di kecamatan Mandalle,” jelasnya membuka Musyawarah.

Menanggapi keluhan warga tersebut, mewakili PT.Eka Surya Alam (Febri) selaku Site Manager mengatakan: “Untuk persoalan debu akan kami upayakan di atasi dengan cara penyiraman secara rutin.”

“Jalan yg rusak oleh proyek, akan menjadi tanggung jawab perusahaan untuk memperbaiki akan tetapi setalah proyek selesai, Termasuk pipa-pipa air yang rusak dan bocor”.

Febri menambahkan, “bila ada kendaraan yang ugal ugalan dan ngebut di jalur jalan Manyalla, maka warga bisa melapor ke perusahaan untuk diberikan teguran,” jelasnya.

Hadir pada mediasi ini Kepala Kepolisian sektor kecamatan Mandalle (Iptu. Hasanuddin) beliau berpesan atas nama kepolisian RI, “kepada semua pihak untuk tetap mengikuti mekanisme dan prosedur yang ada, dan diupayakan jangan ada tindakan-tindakan yang saling merugikan baik yang dilakukan oleh kontraktor ataupun Masyarakat setempat. (tim)