Beranda News NTB OKNUM PERANGKAT DESA DAN OKNUM ASN TERANCAM DILAPORKAN KE POLISI ATAS DUGAAN...

OKNUM PERANGKAT DESA DAN OKNUM ASN TERANCAM DILAPORKAN KE POLISI ATAS DUGAAN PENCEMARAN NAMA BAIK

87
0

Lombok Tengah.Radarinvestigasi.id-Oknum kadus tanak beak barat dua (jaelani) yang diduga mengambil keputusan sendiri untuk mengelurakan salah seorang warga dusun tanak beak barat dua yakni (hamdi ) sebagaimana diketahui bahwa keputusan ini di umumkan dihadapan jamaah saat selesai solat Jumat , di masjid Darul Muttaqin Tanak Beak barat II 09/10/2020 , jamaah yang mendengar akan hal itu merasa geram dan menyalahkan, karena hal yang demikian itu bukan termasuk cara yang baik, lebih lebih keputusan tersebut tidak terdapat dalam Awik Awik atau aturan wilayah dusun.

Dan anehnya lagi menurut salah seorang jamaah yang tidak mau disebutkan namanya, setelah menghubungi penghulu, ternyata yang ikut berperan adalah salah seorang oknum ASN yang bernama H.Abdurrahim Amin yang saat ini masih aktif mengajar di SMP satu atap lantan, saat di temui awak media, Hamdi mengatakan, bahwa pengeluarannya tidak melalui prosedur yang jelas, tidak ada Awik Awik yang mengatur tentang jenis pelanggaran, juga poin, sementara, yang bersangkutan, Hamdi saat ditemui, menceritakan sering kali malah saya menyampaikan sementara pelanggaran pelanggaran berupa asusila dan minuman minuman keras yang dilakukan oleh keluarga atau orang terdekat Kadus, ASN itu tidak diproses, atas tindakan gegabah serta dugaan pencemaran nama baik tersebut. Hamdi tidak segan-segan akan melaporkan hal tersebut kepihak berwajib, jika oknum ASN dan perangkat kewilayahan tidak mau meminta maaf dan mengumumkan serta mengakui kembali bahwa caranya tersebut salah.

Masyarakat kecewa atas tindakan yang di lakukan oleh okum kadus tersebut tanpa ada alasan yang jelas sehingga menimbulkan konflik di tengah masyarakat dusun tersebut.

Ketika kadus di hubungi oleh awak media melalui telpon seluler sampai saat ini belum ada jawaban terkait masalah tersebut karna menghindar untuk di konfirmasi oleh awak media Radardar Investigasi.

Salah seorang warga dusun tbb dua yakni (saef) setelah di temui di kediamannya mengatakan ” bahwa saya tidak setuju dengan keputususan yang di ambil oleh kadus tersebut karna dinilai tidak wajar warga dikeluarkan begitu saja tanpa ada alasan yang jelas, ada oknum pns dan oknum perangkat desa yang mempropokasi sehingga terjadi kesalah pahaman di tengah warga dusun tbb 2″ ungkapnya. (tim)