Iklan
image_pdfimage_print

Tanggungharjo – Radar Investigasi|seorang remaja, Aldi, 19, warga Desa Kapung, Kecamatan Tanggungharjo tewas mengambang di genangan air galian c di Desa Mrisi, Kecamatan Tanggungharjo.

Informasi yang dihimpun, menyebutkan penemuan jenazah korban berawal ketika ada seorang warga melintas di lokasi bekas galian C warga di tanah milik PT Semen Grobogan, pekan lalu.

Saat itu saksi Ahmad Khanip, 43, sedang melintas di dekat kubangan galian C dan melihat ada sosok manusia yang terapung. Karena penasaran korban kemudian berhenti dan turun ke bekas galian C yang dipenuhi air.

Saksi kemudian mengevakuasi jasad korban ke tepi. Disaksikan Sumini, 60, warga Desa Mrisi, jenazah korban kemudian ditaruh di kursi panjang di dekat lokasi kejadian. Ahmad Khanip mengecek kondisi korban yang ternyata sudah meninggal dunia.

Setelah itu, Khanip kemudian segera melaporkan penemuan jenazah seorang remaja ke Kepala Desa Mrisi, Ahmad Ismail. Kepala Desa kemudian segera melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Tanggungharjo.

Kapolsek Tanggungharjo AKP Bambang Triatmojo bersama jajarannya, bidan desa dan Staf PT Semen Grobogan mendatangi lokasi kejadian. Kemudian disaksikan kepala desa dan staf PT Semen Grobogan, polisi dan bidan desa memeriksa kondisi korban. Pemudia yang tenggelam diketahui bernama Aldi, warga Desa Kapung.

Dari hasil pemeriksaan kondisi tubuh korban, tenaga medis tidak menemukan adanya bekas kekerasan. Korban dipastikan meninggal dunia karena tenggelam di bekas galian C yang dipenuhi air.

“Hasil pemeriksaan, kami tidak menemukan bekas penganiayaan. Namun berdasarkan keterangan keluarganya, korban memiliki riwayat keterbelakangan mental,” jelas Kapolsek Tanggungharjo di rilis media lalulintas.com

Sebelumnya, pernah lima santri dan seorang kiai meninggal dunia akibat tenggelam di lubang bekas galian tambang golongan C di Grobogan, Jawa Tengah.

Keenam orang itu menjadi korban kubangan bekas galian tambang yang berlokasi di Dusun Sobotuwo, Desa Kronggen, Kecamatan Brati, Grobogan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, keenam korban itu merupakan Pondok Pesantren alias Ponpes Al Atafiah di Dusun Subotulo, Desa Kronggen, Kecamatan Brati, Grobogan.(Net)

redaksi
Author: redaksi