Beranda News Korban Penganiayaan Lapor Polisi, Tak Satupun Pelaku Ditangkap

Korban Penganiayaan Lapor Polisi, Tak Satupun Pelaku Ditangkap

232
0

Sumenep, Radarinvestigasi.id-Kholik Alim warga Desa Gapura barat, Kecamatan, Gapura, Malaporkan Kepala Desa Paloloan,Kecamatan Gapura atas dugaan tindak pidana penganiayaan terhadap dirinya pada hari Senin tanggal 17 Agustus 2020 di depan Mapolsek Gapura.

Hal itu berdasarkan surat tanda bukti laporan polisi nomor LP-B/188/VIII/RES.1.6./2020/RESKRIM /SPKT Polres Sumenep tanggal 17 Agustus 2020.

Kasubag Humas Polres Sumenep saat dikonfirmasi membenarkan bahwa korban pengeroyokan telah melaporkan Sunar selaku Kepala Desa Pololoan beserta kawan-kawannya ke pihak berwajib.

“Laporan tersebut telah diterima. LP-nya sudah keluar,” kata AKP Widiarti S, Rabu (19/8/2020). 

Widi memaparkan, peristiwa tersebut terjadi pada hari Senin tanggal 17 Agustus 2020, sekitar pukul 10.00 WIB. Pelapor bersama rekan-rekannya melakukan penjagaan jalan masuk proyek PT. Garam yang terletak di depan Mapolsek Gapura. 

“Saat itu, korban sempat cekcok dengan Kepala Desa Palokloan, Sunar, karena mobil pick-up yang mengangkut material dilarang masuk,” tutur dia. 

Tak berlangsung lama, datanglah massa dengan segerombolan anak muda langsung mengepung dan memukul korban di depan Kepala Desa Palokloan. 

“Akibatnya, korban mengalami bengkak pada bagian pipi kiri, bengkak pada mata sebelah kiri, dada sebelah kiri, serta hidung. Bahkan kedua telinga korban sempat mengeluarkan bercak darah. Pungkasnya

Sementara di tempat terpisah,Kholik selaku korban penganiayan saat di temui beberapa awak media di RSUDMA Sumenep mengatakan bahwa pengeroyokan terhadap dirinya sudah di rencanakan sebelumnya.

“Ya mas, peristiwa pengeroyokan pasti sudah direncanakan sebelumnya. Sebab cekcok kami dengan Kades Paloloan di depan Polsek Gapura menjelang beberapa menit atau sekitar 15 menit tiba-tiba massa dari Desa Paloloan datang dan berkumpul di depan SDN Gapura Barat 1,” Jelasnya

Lanjut kholik yang juga sebagai wartawan media online mengatakan, setelah massa kedua datang yaitu gerembolan pemuda dan waktu itu Kades Paloloan keluar dari halaman kantor Polsek Gapura menghampiri warganya yang berkumpul di depan SDN Gapura Barat 1.

“kami langsung di kepung di depan Kepala Desa, dan mendapat pukulan mendadak dari massa secara bertubi-tubi, “Terangnya

Kholik berharap agar pihak kepolisian dapat segera menindak lanjuti laporannya dan secepat mungkin menangkap para pelaku pengeroyokan yang menimpa dirinya.

“saya harap polisi tidak pandang bulu dalam menangani kasus, sampai detik ini belum ada satupun pelaku yang ditangkap, saya harapkan Polres Sumenep bekerja secara profesional dalam menangani kasus saya ini,” Pungkasnya.(Bam)