Beranda News Kepala Desa Jamu Menyoroti Embung Krida Yang Belum Memberikan Asas Manfaat Untuk...

Kepala Desa Jamu Menyoroti Embung Krida Yang Belum Memberikan Asas Manfaat Untuk Petani

114
0

Sumbawa Besar.Radarinvestigasi.id -Keberadaan Embung Krida yang di bangun oleh pihak BWS NT I yang di anggarkan melalui APBN pada beberapa tahun yang lalu sampai saat ini belum memberikan dampak asas manfaat dari keberadaan embung tersebut, pasalnya embung yang di bangun oleh pemerintah pusat itu dengan anggaran puluhan milyar sampai saat ini tidak bisa di manfaatkan airnya untuk mengairi lahan pertanian masyarakat. (24/08/2020).

Dengan di bangunnya embung krida di Desa Jamu Kecamatan Lunyuk kabupaten Sumbawa Besar NTB, merupakan harapan para petani yang ada di Desa Jamu agar lahan yang mereka miliki dapat terairi dan meningkatkan taraf hidupnya. Namun faktanya justru embung tersebut belum mampu menjawab apa yang masyarakat impikan selama ini. Karena saluran irigasinya sampai saat ini belum di bangun oleh pihak pemerintah.

Pihak pemerintah Desa Jamu sudah beberapa kali berkordinasi dengan pihak Kecamatan bahkan Pemerintah Kabupaten melalui dinas terkait untuk meminta di bangunnya saluran jaringan irigasi, agar air yang ada di embung tersebut dapat di manfaatkan untuk mengairi lahan pertanian masyarakat.

Masharuddin Kepala Desa Jamu menceritakan kepada media radarinvestigasi.id bahwa embung krida samapai saat ini belum memiliki jaringan. Bahkan keberadaa embung tersebut belum maksimal pemanfaatannya untuk masyarakat yang memiliki lahan pertanian yang ada di sekitar embung tersebut, khususnya masyarakat dusun Kridan dan dusun Talonang.

Selama ini kami bersama masyarakat dan melalui dana Desa kita coba membuat membuat jaringan irigasi secara swadaya, dengan cara bergotong royong untuk menggali atau membuat jaringan irigasi yang darurat namun belum pada tatanan tekhnis pembuatan atau pemasangan stelmes. Sehingga air yang mengalir tidak mampu untuk memenuhi kebutuhan petani dikarenakan habis pada resapan galian irigasi yang belum memadai, tutur Kades Jamu.

Masyarakat khususnya yang menerima manfaat dari embung tersebut sangat berharap pada pemerintah untuk segera membangun fasilitas penunjang yakni jaringan irigasi. Agar air yang ada di embung dapat di manfaatkan dengan maksimal oleh para petani. Saat ini masyarakat hanya bisa mengandalkan pipa 10 inc untuk bisa menyalurkan air dari embung demi terpenuhi kebutuhan air untuk pengairan lahan-lahan mereka seluas 30 hektar yang ada di badian barat sungai krida, lanjut Masharuddin Kepada Desa Jamu.

Lahan masyarakat yang ada di bagian barat sungai krida seluas 30 hektar sejauh ini belum maksimal dan itu pun hanya dapat diairi sekitar 10 samapi 15 persen saja di karenakan fasilitas jaringan irigasi yang belum di bangun samapai saat ini.

Sejauh ini pihak pemerintah Desa Jamu sudah melakukan kordinasi dengan pihak terkait yakni Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Sumbawa Besar untuk meminta agar di bangunnya jaringan irigasi di pembangunan embung krida yang saat ini belum dapat di fungsikan airnya. Namun tanggapan dari Dinas PU Kabupaten Sumbawa Besar belum memberikan solusi, tanggapan dari dinas PU karena saat ini terbentur dengan masalah anggaran. Karena anggaran dari APBD 2020 sekarang ini belum mampu menangani atau membangun jaringan irigasi, dan pihak Kabupaten tetap akan mengembalikan pekerjaan tersebut apada pihak BWS NT I untuk dapat di anggarkan melalui APBN.

Pemerintah Jamu juga telah berkordinasi dengan pihak BWS NT I, namun pihak BWS menanyakan kewenangan karena lahan tersebut dibawah 1000 kektar. Maka kewenangan yang menangani atau membangun jaringan irigasi tersebut adalah pihak Pemda atau APBD.

Ketua LPM Desa Jamu Arsyad memberikan tanggapan, agar segera di bangun jaringan irigasi agar air yang di suplay dari embung tersebut dapat segwra di manfaatkan oleh petani yang ada di dusun Krida dan dusun Talonang yang memiliki lahan di sekitar embung, tegas Arsyad.

Senada dengan ketua BPD Desa Jamu Salimuddin, kami dari pemerintah Desa mewakili masyarakat Desa Jamu sangat berterima kasih pada pemerintah yang telah memberikan fasilitas infrastruktur berupa pembangunan embung Krida untuk menunjang kebutuhan para petani yang selama ini lahannya belum bisa tersentuh oleh debit air dari bendungan Pelara. Namun keberadaan embung kerida samapai saat ini belum mampu menjawab apa yang di butuhkan masyarakat dan petani karena smpai saat ini

Harapan masyarakat khususnya para petani dan pemilik lahan yang ada di kitar embung krida, meminta kepada pemerintah baik pemerintah Kabupaten, Provinsi maupun Pemerintah pusat agar embung krida yang telah di bangun bisa segera di bangun jaringan irigasi untuk menunjang kebutuhan air yang di butuhkan oleh petani.

Pewarta: Yudi