Beranda Madura Sumenep Kabur Sejak 2019, DPO Penganiayaan Ditangkap

Kabur Sejak 2019, DPO Penganiayaan Ditangkap

28
0

Sumenep. Radarinvestigasi.id-Petugas Polsek Pasongsongan, Polres Sumenep, menangkap buron Daftar Pencarian Orang (DPO) Muhammad Rifki, terpidana dalam kasus tindak pidana penganiyaan terhadap salah seorang warga Desa Panaongan, Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep.

Terpidana Rifki ini sebelumnya adalah terdakwa dalam perkara tindak pidana penganiayaan terhadap IGusty Madani, warga Panaongan, Kecamatan Pasongsongan yang diburu petugas Polsek Pasongsongan.

Setelah mendapat info A1 tersangka Muhammad Rifki (25) Warga Dusun Benteng, Desa Panaongan,Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep, akhirnya berhasil dibekuk polisi, Rabu (30-9-2020) pagi.

Ach. Supyadi,SH MH kuasa hukum korban, mengatakan kasus ini berjalan selama 1 tahun, atas keberhasilan petugas kepolisian yang telah berhasil dan menuntaskan sesuai dengan harapan, dirinya bersama klien merasa puas dan bersyukur.

“Kasus penganiayaan ini sudah berjalan 1 tahun dengan LP/03/V/2019/Jatim/Res.Smp/Sek Psgn dan Surat Perintah penyidikan Nomor: Sp-Sidik/4V/2019 Polsek, terhitung sejak 14 Mei 2019, karena tersangkanya melarikan diri maka Polsek menerbitkan DPO (Daftar Pencarian Orang) terhadap tersangka Muhammad Rifki ini,” Jelasnya

Senada dengan ucapan Igusty Madani, selaku korban saat ditemui media ini mengucapkan syukur dan terima kasih kepada pihak petugas yang sudah berhasil menangkap tersangka, meskipun butuh waktu 1 tahun lebih untuk meringkusnya.

“Tidak ada kata dan kalimat yang bisa saya ucapkan kecuali ucapan rasa syukur dan terima kasih yang tak terhingga utamanya kepada Bapak Ach Supyadi SH, MH, serta yang terhormat Bapak Kapolres Sumenep beserta jajarannya dan Bapak Kapolsek Pasongsongan beserta jajarannya,” ucapnya.

Lanjut, Supyadi mengucapkan terima kasih atas kesigapan petugas, ini menjadi bukti bahwa petugas kepolisian tidak pandang bulu dalam menangani suatu kasus.

“Alhamdulilah, terima kasih banyak komandan atas segala upaya dan kesigapannya, sehingga tertuntaskan terhadap apa yang selama ini menjadi PR dan tanggung jawab,” Terpidana Muhammad Rifki diputus bersalah terbukti secara sah melakukan tindak pidana penganiayaan. (Adi)