Beranda Jawa Timur Banyuwangi GP2B Nilai Bupati Banyuwangi Gagal Nangani Covid-19 Banyuwangi

GP2B Nilai Bupati Banyuwangi Gagal Nangani Covid-19 Banyuwangi

20
0
ketua GP2B (Gerakan Pemuda Peduli Banyuwangi), Rifki Alfan Sani,
Banyuwangi – Radar Investigasi | Gerakan Pemuda Peduli Banyuwangi ( GP2B ) Meminta Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas Menghentikan New Normal, pasalnya dari data yang dihimpun GP2B nilai pasien positif covid-19 terus meningkat.
dalam hal ini menurut ketua GP2B, Rifki Alfan Sani, menuturkan bahwa anggaran penanganan Covid 19 di Banyuwangi jumlahnya cukup besar  dari data PUSKAPTIS menggelontorkan 100,3 Milyard  yang berfungsi untuk penanggulangan dan jaring pengaman sosial.
Akan tetapi jumlah pasien positif Covid 19 di Banyuwangi semakin meningkat, yang sebelumnya 241 positif (Kamis, 27/08/2020), naik menjadi 341 Positif (Jum’at 28/08/2020), dan kemarin naik menjadi 687 Positif (Sabtu 29/08/2020).
Lanjut rifki,Dalam Anggaran yang cukup besar 100,3 miliyar bupati banyuwangi di nilai gagal untuk menangani covid 19
“Dalam hal ini, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas harus tanggap terhadap perkembangan penanganan kasus Covid 19 yang semakin bertambah saat dan tidak hanya pencitraan saja. Ini merupakan salah satu langkah mengurangi penyebaran virus Covid 19 di Banyuwangi, di samping itu harus melakukan PSBB di tingkat Kecamatan dan tingkat Desa untuk memutus tingkat penyebaran tersebut. Ujar Rifki
dirinya mengatakan, menilai kasus ini meningkat drastis 100% dari sebelum-sebelumnya. Hingga saat ini data yang dia peroleh dari info covid Provinsi Jawa Timur (Minggu, 30/08/2020) meningkat menjadi 771 Positif, 225 Suspek, dan 2 Probabel.
Dikutip dari Puskaptis
“Minimnya tingkat kesadaran masyarakat Banyuwangi yang menghiraukan protokol kesehatan membuat mata rantai penyebaran virus Corona menyebar, oleh karena itu saya berharap kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Banyuwangi agar menghentikan aktivitas penerapan new Normal yang ada di Banyuwangi untuk memutus mata rantai penyebaran virus Covid 19.”bebernya
rifki menambahkan, Pemerintah daerah harus benar-benar serius untuk menangani memutus mata rantai covid 19 dengan bertambahnya Angka positif pasien covid-19 maka pemerintah harus menerapan lockdown dan PSBB hingga
“jika perlu pemerintah menerapkan Sebuah Sangsi bagi pelanggar protokol kesehatan sangsi tesebut seperti membersihkan kantor desa hingga kantor camat, dan membentuk TIM Pantau setiap desa guna untuk mengawasi warga yang melanggar”pintanya
Bila kabupaten banyuwangi angka pasien positif covid 19 sudah menurun, maka di terapkan kembali untuk new normal, namun untuk TIM Pantau dan sangsi terus di terapkan selama pandemi.
Reporter : Tim