Beranda Kabar Polri Gadis Cantik Ini sempat Tak Pulang 4 Hari, Malah Di perkosaan Pacarnya

Gadis Cantik Ini sempat Tak Pulang 4 Hari, Malah Di perkosaan Pacarnya

2495
ilustrasi-perkosaan
Img : ilustrasi perkosaan/net

Kutai – Radar Investigasi | Seorang siswi SMP Kampung Busur, Kutai, sebut saja Bunga (12) menjadi korban pemerkosaan.

Pelaku merupakan tiga orang remaja berinisial A (17), DC (17) dan MY (21) di mana salah satunya merupakan kekasih korban.

Dalam keterangan pers di Mapolres Kubar, Kasat Reskrim Polres Kubar Iptu Iswanto menjelaskan kronologis kejadian.

Kronologi kejadian

Semuanya berawal saat Bunga tidak pulang ke rumah pada Jumat (8/1/2021).

Mengkhawatirkan putrinya, kedua orang tua Bunga melapor ke Mapolres Kubar pada Selasa (12/1/2021).

Namun pada keesokan harinya, Rabu (13/1/2021), korban pulang sendiri ke rumah.

Sesampainya di rumah, orang tua Bunga menanyakan apa yang terjadi lalu Bunga menceritakan tindak asusila yang ia alami.

Sehingga membuat kedua orang tuanya melapor ke polisi.

Dari hasil interogasi, selama korban tidak pulang, salah seorang pelaku yang merupakan pacarnya mengajak ia berhubungan badan di sebuah rumah kosong pada tanggal 10 atau 11 Januari 2021.

Sebelumnya, korban mendapat rayuan serta ancaman dari pelaku yang akan memutuskan hubungan dengannya jika tidak mau menurut.

Tidak hanya bersama sang kekasih, selama tidak pulang empat hari Bunga juga bersetubuh layaknya suami istri bersama kedua mantan kekasihnya.

Sehingga, terungkap bahwa ketiga pelaku pernah menjalin hubungan pacaran dengan korban.

Usai mendapat laporan dari orang tua korban, polisi langsung bergegas mengamankan ketiga pelaku.

“Saat ini ketiga tersangka sudah kami amankan di Mapolres guna pemeriksaan lebih lanjut,” ujar Kasat Reskrim Polres Kubar Iptu Iswanto dikutip dari jpnn.com.

untuk mempertanggungjawabkan prilakunya itu, Ketiga tersangka terjerat pasal 81 ayat (1) dan (2) UU RI nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak.

Sebagaimana diubah dengan UU RI nomor 17 tahun 2016 tentang penetapan pemerintah pengganti UU RI nomor 1 tahun 2016 perubahan kedua UU RI nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman paling lama 15 tahun penjara.

Sementara itu, Iswanto mengimbau kepada para orang tua baik di Kubar maupun di Mahakam Ulu (Mahulu), untuk memberikan pengawasan yang ekstra terhadap anak–anaknya. (Net)

redaksi
Author: redaksi