Beranda Jawa Timur Banyuwangi FORMIGA DESAK MAPOLRESTA BANYUWANGI USUT TUNTAS DUGAAN SE “DISKRIMINASI” PONPES DARUSSALAM BLOKAGUNG

FORMIGA DESAK MAPOLRESTA BANYUWANGI USUT TUNTAS DUGAAN SE “DISKRIMINASI” PONPES DARUSSALAM BLOKAGUNG

9259
0

Banyuwangi – Radar Investigasi | Terkait ratusan santri Pondok Pesantren (Ponpes) Blokagung Kaligesing, Karangmulyo, Tegalsari, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur sempat terkonfirmasi positif Covid 19, berita ini di muat santri tersebut sudah dinyatakan sembuh.

kejadian tersebut, Kutha Prastawa, Camat Songgon, mengeluarkan Surat Di tujukan Kepada Kepala desa yang ada di kecamatan songgon tanggal 9 september 2020, dengan adanya Surat tersebut menuai polemik,akhirnya kutha, di Laporkan Kepada Polresta Banyuwangi.

Berdasarkan Dalam press rillis, Ketua Forum Media Dan Lembaga ( Formiga ) banyuwangi, Hijrotul Hadi, Menuturkan, Terkait surat edaran (SE) camat songgon yang terkesan mendiskriminasi dan menimbulkan keresahan santri maupun alumni Ponpes Darussalam Blokagung, kordinator Forum Media dan Lembaga (FORMIGA) Hijrotul Hady angkat bicara. Pemuda yang akrab disapa Hady tersebut menyayangkan sikap Bapak Kutha Prastawa sebagai Camat Songgon.

“jika kita teliti Surat Edaran pada tanggal 9/9/2020 yang dikeluarkan oleh Camat Songgon Bapak Kutha Prastawa utamanya pada poin 2, mengkhususkan penyebaran covid-19 akibat tersebarnya santri Pondok Pesantren Darussalam Blokagung. Jelas pernyataan tersebut mendiskriminasi dan menimbulkan keresahan para santri dan alumni Ponpes Darussalam Blokagung, padahal tidak semua santri Ponpes Darussalam Blokagung terpapar covid-19” Pungkasnya

Terhadap surat edaran tersebut, juga mendapat respon dari Ning Nihayatul Wafiroh selaku juru bicara Ponpes Darussalam Blokagung yang saat ini menjabat sebagai Anggota DPR RI melalui akun instagramnya @ninikwafiroh pada tanggal 14/9/2020,

“Perihhh…perih…baca poin kedua surat resmi dari Kecamatan Songgon. Bagaimana stigma akan berhenti kalau perlakuannya seperti ini gaes…” cuitanya

Kini, meskipun surat edaran tersebut sudah diralat pada 14/9/2020, namun perwakilan santri alumni Ponpes Darussalam Blokagung melalui Ali Bisri Mustofa tetap melaporkan Camat Songgon ke Polresta Banyuwangi pada 17/9/2020
Menanggapi hal tersebut.

Hady mendesak pihak Mapolresta Banyuwangi mengusut tuntas tindakan diskriminatif yang dilakukan oleh camat songgon kepada santri dan alumni Ponpes Darussalam Blokagung.

“terkait laporan yang dilakukan oleh Bapak Ali Bisri Mustofa, Mapolresta Banyuwangi harus menyikapi dengan serius dan mengusut dengan tuntas tindakan Bapak Camat Songgon agar diskriminasi seperti ini tidak terulang di Banyuwangi. Kami juga mendesak Bupati Banyuwangi mencopot Bapak Kutha Prastawa sebagai Camat Songgon.” tegasnya.

Hady juga menambahkan, selain itu, Bapak Mujiono selaku sekda Banyuwangi dan beberapa Aparatur Sipil Negara (ASN) di jajaran Pemda Banyuwangi juga telah terkonfirmasi positif terpapar covid-19 namun kenapa sampai saat ini Pemerintah Daerah Banyuwangi hanya melaksanakan tes SWAB di Blokagung saja.6

“sedangkan dijajaran Pemerintah Daerah tidak dilaksanakan Tes SWAB, seharusnya Bapak Bupati Banyuwangi dalam hal ini bijak, bila perlu mengeluarkan kebijakan lockdown daerah untuk memutus mata rantai penyebaran covid-19 di Kabupaten Banyuwangi.”pungkasnya

Ketua Forum Media Dan Lembaga ( Formiga ) banyuwangi, Hijrotul Hadi. /Img: Ari Bagus Pranata

sementara itu, camat songgon, Kutha Prastawa, upaya radar investigasi untuk konfirmasi lalu mendatangi kantornya hingga mengirimkan pesan whatsapp (Wa) belum di balas, hingga berita ini di muat Camat songgon belum bisa di konfirmasi. ( Tim )