Beranda Jawa Timur Banyuwangi Dugaan PUNGLI SMP N 1 Kalipuro, ARM Banyuwangi Datangi Polresta...

Dugaan PUNGLI SMP N 1 Kalipuro, ARM Banyuwangi Datangi Polresta Banyuwangi Minta Informasi Dan Penjelasan

55
0

Banyuwangi – Radar Investigasi | Aliansi Rakyat Miskin (ARM) Banyuwangi mendatangi Polresta Banyuwangi meminta informasi tindak lanjutan laporannya, Kamis, 15 Oktober 2020

Bulan lalu, ARM Melaporkan kepala sekolah SMP N 1 Kalipuro, Kecamatan Kalipuro, Kabupaten Banyuwangi melakukan Dugaan Pungutan Liar (Pungli)

Dalam rilisnya Ketua Umum Dewan Pimpinan Kolektif Aliansi Rakyat Miskin (DPK-ARM) ARM, dikirim melalui pesan Whatsapp kepada Radar Investigasi, Muhammad Helmi Rosyadi, Menjelaskan, Aliansi Rakyat Miskin (ARM) meminta Informasi dan Penjelasan Atas Dugaan Pungli di SMPN 1 Kalipuro kepada Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Resort Kota (Kapolresta) Banyuwangi, Kombes Pol. Arman Asmara Syarifuddin.

Selain itu ARM juga mendesak Kapolresta Banyuwangi profesional dan transparan dalam mengusut dugaan pungli di SMPN 1 Kalipuro tersebut.

“Aliansi Rakyat Miskin meminta Informasi dan Penjelasan Atas Dugaan Pungli di SMPN 1 Kalipuro kepada Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Resort Kota (Kapolresta) Banyuwangi, Kombes Pol. Arman Asmara Syarifuddin. Selain itu juga mendesak kepolisian profesional dan transparan dalam mengusut dugaan pungli di SMPN 1 Kalipuro tersebut,” desak Helmi saat ditemui di Mapolresta Banyuwangi, Kamis (15/10).

Untuk diketahui, Helmi yang juga Ketua Gerakan Buruh dan Rakyat Anti Korupsi (GEBRAK) sebelumnya telah mendatangi SMPN I Kalipuro berdasarkan laporan wali murid terkait penarikan dana UNPBK dan biaya perpisahan senilai Rp. 580.000 yang diduga tidak transparan.

“Saya diminta bayar uang UNBK dan biaya Perpisahan sebesar saya Rp 580.000 dan saya bayar lunas dan ada kwitansinya cuma tidak saya bawa ada di rumah, kemarin saya dikasih amplop oleh anak saya katanya pengembalian biaya UNBK setelah saya buka cuma berisi uang Rp. 50.000, saya heran dan kaget saya cuma ingin pihak sekolah transparan aja terkait dana senilai 580 ribu tersebut,” Ungkap Nita dengan nada kecewa saat dikonfirmasi wartawan di SMPN 1 Kalipuro saat itu, Rabu (29/07/2020).

Padahal jelas dimasa pandemi Covid-19 UNBK dan perpisahaan ditiadakan dan berdasarkan hasil musyawarah dengan para orang tua siswa dan wali murid sepakat untuk mengawal dugaan pungli ini sampai tuntas.

Penyidik Polresta Banyuwangi juga telah memanggil dan memeriksa 10 saksi diantaranya mantan Kepala Sekolah, Bendahara sekolah, panitia UNBK dan perpisahan serta penyedia barang dan jasa.

“Kami telah memanggil dan memeriksa 10 saksi diantaranya mantan Kepala Sekolah, Bendahara sekolah, panitia UNBK dan perpisahan serta penyedia barang dan jasa,” Terang Kasat Reskrim Polresta Banyuwangi, AKP. M. Solikin Fery, SIK dikonfirmasi Via WhatsApp, Selasa (08/09/2020).

Berdasarkan hasil musyawarah dengan para orang tua siswa dan wali murid, Gerakan Buruh dan Rakyat Anti Korupsi bersama Aliansi Rakyat Miskin sepakat untuk mengawal dugaan pungli ini sampai tuntas.

“Berdasarkan hasil musyawarah dengan para orang tua siswa dan wali murid, Gerakan Buruh dan Rakyat Anti Korupsi serta Aliansi Rakyat Miskin sepakat untuk mengawal dugaan pungli ini sampai tuntas,” Pungkas Helmi (red)