Beranda News Diduga Upah Jeri Tenaga Medis yang Menangani Covid-19 Dipotong

Diduga Upah Jeri Tenaga Medis yang Menangani Covid-19 Dipotong

1394
0

Bireuen.Radarinvestigasi.id-Puluhan Meliar yang di kucurkan dana untuk penanganan Covid-19 di seluruh Indonesia menjadi ladang paling empuk bagi penjarah uang rakyat selagi memiliki kekuasaan dalam mengelola uang tersebut.

Meskipun dana tersebut sudah di beberkan oleh Gubernur Aceh melalui sekda Komitmen Pemerintah Aceh, untuk melindungi tenaga kesehatan yang melakukan penanganan COVID-19, sebagaimana pernah ditegaskan dalam surat Gubernur Aceh, tertanggal 29 Maret 2020 sudah direalisasikan.

Insentif tenaga kesehatan, kata sekda Aceh bapak Taqwallah adalah tambahan penghasilan di luar gaji utama yang sifatnya situasional. Dia mengatakan komitmen untuk memberi insentif untuk tenaga kesehatan tidak hanya disampaikan oleh Gubernur Aceh pada 29 Maret 2020, melainkan juga ditegaskan sebelumnya oleh Presiden RI tanggal 23 Maret 2020.

“Presiden RI, bahkan membeberkan besaran insentif untuk masing-masing tenaga medis. Untuk dokter spesialis Rp15 juta, dokter umum/dokter gigi Rp10 juta, bidan atau perawat Rp7,5 juta, dan tenaga medis lainnya Rp5 juta,” kata Taqwallah.

Hal tersebut diduga malah sebaliknya yang di lakukan oleh pemerintahan Kabupaten Bireuen. Baru-baru ini di terpal isu kurang menyenangkan akibat ulah beberapa oknum nakal.

Seperti beberapa tenaga medis yang sempat mengeluh karena hak mereka di potong oleh pihak pukesmas, dirinya menjelaskan uang tersebut memang langsung masuk ke rekening pribadinya beberapa hari yang lalu, namun pihak pukesmas meminta kembali uang itu.

Dengan alasan untuk dapat dirinya membagikan untuk rekan-rekan, kata sumber yang Enggan di tulis namanya untuk di publikasi media ini. Dirinya meneruskan kalau uang yang di sita oleh kepala pukesmas sampai saat ini belum ada kejelasan kemana di bawa oleh beliau . Karena sekitar 10 Tenaga medis di pukesmas ini yang mendapat uang itu semuanya di minta kembali oleh kepala pukesmas kata sumber internal.

Kepala pukesmas jangka Kabupaten Bireuen. Bukhari. SKM Yang di konfirmasi media ini Selasa 1/ Desember -2020 melalui handphone pribadinya membantah terkait pemotongan uang tersebut.

Kalau uang itu bukan untuk tenaga medis tapi tenaga supeleid .Saya tidak tau uang itu, karena saya sebagai pengawas, uang itu di kirim untuk petugas Covid- di lapangan. Uang itu bukan untuk di bagi-bagi untuk semua orang.Tapi di bagi sedikit-sedikit buat orang itu untuk uang minum. Kata Kepala Pukesmas Jangka sambil mengajak wartawan ini untuk dapat datang ke kantornya kilahnya sambil menutup telepon .

Kepala dinas kesehatan Kabupaten Bireuen. Dr. Irwan yang dikonfirmasi media ini melalui handphone selulernya, mengatakan kalau uang itu dipotong maka harus dikembalikan kepada yang berhak.

Namun saat di tirai pertanyakan oleh awak media tindakan tegas dari pihak Dinas kesehatan terkait pemotongan uang itu apa bapak?

Kepala Dinas Kesehatan dr. Irwan sampai saat ini belum bisa menjawab terkait persoalan ini. (Reza)