Iklan
image_pdfimage_print

Jembrana – Pihak Polres Jembrana menangkap tiga pelaku yang diduga sebagai pemalsu surat rapid test antigen COVID-19 di Bali. Ketiga orang tersebut yakni Adi Sujarwo (39) Muhammad Khoirul Anam (27) dan Robi Hafid Hindawan (27).
“Adi Sujarwo yang berperan menggunakan agar lolos dari pemeriksaan, Muhamad Khoirul Anam yang berperan mencari pembuat dan menjual ke Adi Sujarwo dan Robi Hafid Hindawan yang berperan sebagai pembuat,” kata Kapolres Jembrana AKBP I Ketut Gede Adi Wibawa dalam keterangan tertulis yang diterima detikcom, Rabu (12/5/2021).

Adi Wibawa menceritakan, kasus ini bermula ketika personel Polres Jembrana melakukan pemeriksaan surat rapid test antigen di Pos Penyekatan Cekik, Kelurahan Gilimanuk, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana pada Minggu (9/5) pukul 01.00 WITA. Adi Sujarwo selaku sopir travel saat itu menunjukan sebanyak tujuh lembar surat rapid test antigen negatif untuk para penumpangnya.

“Karena curiga (surat itu palsu) petugas pos (kemudian) melakukan introgasi. Dan Adi Sujarwo mengakui bahwa yang bersangkutan yang menyiapkan surat tes rapid Sars-Cov-2 untuk para penumpang,” terang Adi Wibawa.

Ia menyiapkan surat rapid test antigen palsu tersebut dengan cara membeli kepada seseorang bernama Muhammad Koirul Anam di Denpasar dengan terlebih dahulu mengirimkan foto KTP para penumpang. Harga per lembar surat rapid test sebesar Rp 50 ribu.

berhasil mengamankan Muhammad Koirul Anam selaku penjual surat rapid test antigan dan Robi Hafid Hindawan selaku pembuat pada 9 Mei 2021 pukul 05.00 WITA di wilayah Kuta, Kabupaten Badung. Kedua pelaku ini berhasil diamankan beserta barang buktinya.

Tiga pelaku pemalsu surat rapid test antigen ditangkap oleh Polres Jembrana (Dok. Polres Jembrana)Tiga pelaku pemalsu surat rapid test antigen ditangkap oleh Polres Jembrana (Dok. Polres Jembrana)
“Berdasarkan hasil introgasi Robi Hafid Hindawan bahwa dia melakukan kegiatan tersebut sudah lima bulan sejak akhir 2020 hingga Mei 2021. Selain Muhamad Khoirul Anam alias Irul, beberapa orang lain juga memesan Suket hasil rapid (test) kepada Robi namun tarif bervarasi, terkadang ada yang tidak dimintai biaya,” tutur Adi Wibawa.

Selanjutnya, barang-barang yang diamankan:

Dari tangan Robi Hafid Hindawan, polisi mengamankan sejumlah barang bukti berupa satu unit Laptop Asus TUP beserta carger, satu unit scaner printer merek HP, satu kotak amplop, satu unit HP merek iPhone type XR warna merah, satu unit HP merek Samsung A51 warna hitam, empat lembar surat keterangan hasil rapid diduga palsu yg baru dicetak, satu buah mouse, uang tunai Rp 100 ribu dan satu buah kartu ATM BCA.

Kemudian dari tangan Adi Sujarwo didapatkan satu unit HP Iphone Type XR warna hitam, satu unit HP Iphone 5, satu unit mobil Toyota Avansa DK 1100 FQ warna abu-abu beserta STNK, tujuh lembar hasil rapid tes diduga palsu serta tujuh lembar surat jalan dari Kepala lingkungan yang diduga palsu.

Sementara dari tangan Muhamad Khoirul Anam polisi berhasil menyita berupa satu unit HP mereka Realme 3 warna hitam dan uang tunai Rp 200 ribu.

Polisi mengganjar ketiga pelaku dengan Pasal 263 ayat (1) dan (2) atau Padal 268 ayat (1) Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). Mereka terancam hukuman pidana penjara selama enam tahun.

redaksi
Author: redaksi