Beranda Kabar Sosial Antisipasi anak putus sekolah karena Covid-19, Kemendes dan UNICEF lakukan Workshop.

Antisipasi anak putus sekolah karena Covid-19, Kemendes dan UNICEF lakukan Workshop.

26
0

Makassar. Bencana covid-19 yang melanda Dunia saat ini sangat berdampak pada dunia Pendidikan bagi anak-anak didik. Salah satunya adalah kesulitan dalam mengikuti pelajaran dikarenakan tidak dilakukan secara tatap muka. Bahkan mengakibatkan banyaknya anak didik yang putus sekolah.

Untuk mengantisipasi terus bertambahnya anak didik putus sekolah disetiap daerah, maka UNICEF wilayah Sulawesi dan Maluku bersama Kementrian Desa dan PDTT melakukan workshop dalam rangka Penyusunan Rencana Aksi Penanganan Anak Tidak Sekolah dan Anak Berisiko Putus Sekolah.

Kegiatan workshop ini dilaksanakan di Makassar yang di ikuti oleh seluruh perwakilan setiap Kabupaten di wilayah Sulawesi Selatan dilaksanakan mulai hari ini (02/12/2020) dan akan berlangsung selama tiga hari ke depan.

“Bencana Covid-19 sangat berdampak pada kegiatan Sosial, termasuk pada kegiatan proses belajar mengajar bahkan sampai putus sekolah”. Jelas Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Provinsi Sulawesi Selatan (Dr.H.Ashari Fakhsirie Radjamilo, M.Si) Pada saat proses pembukaan acara Rabu Malam ini yang bertempat di Hotel Best Western Plus kota Makassar Sulawesi Selatan.

“Besar kemungkinan anak yang akan putus sekolah akan bertambah disebabkan kurangnya media Digital yang diterapkan sekarang ini”. Tambah Kadis PMD SulSel.

Perwakilan UNICEF wilayah Sulawesi dan Maluku (Hengky Wijaya) melalui Zoom mengatakan “4,5 juta anak tidak sekolah terhambat pada status sosial, sehingga perlu dilakukan pendataan lebih jauh melalui sebuah Aplikasi SIPBM” jelasnnya.

“SIPBM berfungsi untuk memonitoring anak yang putus sekolah, berpotensi putus sekolah dan anak tidak sekolah” tambah Hengky Wijaya.

Ditempat terpisah melalui Zoom meeting, Rosyidah Rachmawaty selaku Sekretaris Dirgen DPMD Kementrian Desa dan PDTT mengatakan “68 juta anak di Indonesia dan 4 juta Guru harus menggunakan proses belajar jarak jauh, sementara masih banyak Desa belum memiliki jaringan Internet”. Jelasnya sekaligus membuka secara resmi acara workshop malam ini.

Workshop ini di ikuti oleh 21 Kabupaten di wilayah Sulawesi Selatan dengan perwakilan masing-masing 5 orang satu kabupaten dengan Rincian 1 orang mewakili Dinas Pendidikan, 1 orang perwakilan Bappeda, 1 orang perwakilan dari DPMD, 1 orang perwakilan Tenaga Ahli P3MD dan 1 orang perwakilan Pendamping Desa.(tim)