Beranda News Ada Apa Ini, Gegara Bansos Ganda Kades Tampo Diperiksa Polisi

Ada Apa Ini, Gegara Bansos Ganda Kades Tampo Diperiksa Polisi

3
0
Kepala Desa Tampo, Dr. Hasim Ashari bersama Kapolsek Cluring AKP Bejo Madrias

Banyuwangi – Radar Invetigasi | Kepala Desa Tampo, Kecamatan Cluring, Banyuwangi, Dr. Hasim Ashari, MSi diperiksa polisi karena penyaluran bantuan Covid-19 di wilayahnya bermasalah.

Pemeriksaan dilakukan di Mapolsek Cluring, pada Rabu (5/8/2020) pukul 09.00 WIB. Kades muda tersebut datang seorang diri tanpa ada rekan yang menemani. Pemeriksaan berlangsung singkat sekitar 2 jam.


“Oiya, betul ada aduan masyarakat soal bantuan yang ganda,” kata Hasim kepada awak media usai diperiksa tim penyidik Polsek Cluring.

Hasim mengatakan, kedatangannya tersebut untuk memberikan keterangan kepada polisi terkait dengan penyaluran bantuan sosial masyarakat terdampak virus Corona.

“Terkait penyaluran BST (Bantuan Sosial Tunai) dari DD atau yang lainnya sudah sesuai dengan prosedur pada saat Musdes (Musyawarah desa) dan tidak ada data yang ganda. Jadi tidak ada pelanggaran,” ungkapnya.

Menurut Hasim data penerima bantuan yang ganda berasal dari Kementerian Sosial dan bukan kesalahan dari Pemerintah Desa Tampo.

“Setelah itu kan muncul data dari Kemensos, ini yang membuat ganda. Bukan dari kita,” tegas Hasim.
Hasim menjelaskan,

untuk pendataan para penerima bantuan tersebut terbagi menjadi dua. Yaitu dari Kemensos dan dari pemerintah desa.

“Bantuan yang dari Kemensos, ya Kemensos yang data. Tapi kalau bantuan dari desa, semua lewat Musdes,” terang Hasim.

Bantuan yang berasal dari desa, lanjut Hasim, memang didata melalui tim pemburu kemiskinan dengan melibatkan kepala dusun dan ketua RT setempat. Data tersebut masih bersifat mentah dan akan diverifikasi melalui musyawarah desa.

“Ada 41 orang penerima. Tetapi semuanya sudah dikembalikan, kecuali 13 orang. Per orang mendapatkan bantuan Rp 600 ribu. Karena mereka sebelumnya juga sudah menulis surat pernyataan, apabila ganda wajib dikembalikan,” paparnya.

Sementara itu Kapolsek Cluring, AKP Bejo Madrias mengatakan, ada tujuh orang yang sudah dilakukan pemeriksaan untuk klarifikasi dari laporan dugaan penyaluran bantuan sosial yang ganda.

“Termasuk memeriksa Kades Tampo perangkat desa, penerima bantuan dan pengadu,” ungkap Bejo.

Kapolsek mengatakan, usai data terkumpul, perkara dugaan bantuan Covid-19 ganda ini akan dilimpahkan ke Polres Banyuwangi untuk ditindaklanjuti. “Kita serahkan ke Kasat Reskrim untuk ditindaklanjuti,” ucap Kapolsek Cluring AKP Bejo Madrias. (net)