24.3 C
Banyuwangi
Rabu, November 30, 2022
- Advertisement -spot_imgspot_img

Masyarakat Keluhkan Pengerjaan Jalan di Dusun Penyengat, Desa Lumbang, Kecamatan Sambas 

- Advertisement -spot_img

Sambas,Radarinvestigasi.id-Salah seorang warga Kabupaten Sambas inisial (MA) menyampaikan kepada Tim media ini terkait bahwa Pekerjaan Peningkatan jalan lingkungan di Dusun Penyengat, Desa Lumbang Kecamatan Sambas tersebut diduga hanya untuk kepentingan pribadi atau golongan saja, hal itu dikarenakan Paket kegiatan yang dikerjakan oleh CV.Tiara Utama Ratna tidak ada rumah permukiman penduduk kecuali hanya 1 buah rumah dipinggir jalan raya Sambas- Pontianak,”ucapnya.

“Kegiatan penyelenggaraan infrastruktur pada permukiman di kawasan strategis daerah kabupaten kota,Sub kegiatan pembangunan dan pengembangan infrastruktur kawasan permukiman di kawasan strategis daerah, pembangunan dan pengembangan infrastruktur kawasan permukiman paket 14 nomor kontak 01/PPK/SPK/PPIKP-W14/PRKPLH/2022 nilai kontrak RP 179.676.000,00,- sumber Dana Alokasi Umum (DAU)
2022 itu jika memang titik pembangunan sesuai dengan tujuan peruntukannya yaitu untuk pembangunan kawasan permukiman, pekerjaan juga diduga asal asalan,”tambahnya.

“Chandra Makkawaru, S.Pd.,SH ,MH pengurus pusat Badan Advokasi Indonesia (B.A.I), Angkat bicara terkait hal di atas, Saya sangat menyayangkan pekerjaan jalan yang menggunakan anggaran negara ini tidak tepat sasaran, seharusnya pemerintah dalam mengerjakan jalan ini harus mempertimbangkan asas manfaatnya, kalau dirasa tidak terlalu dimanfaatkan oleh masyarakat kenapa dipaksakan dibangun, kan ini sangat merugikan negara,” ungkapnya.

“Jadi melalui kesempatan ini saya meminta kepada Kepala Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman Dan Lingkungan Hidup kabupaten Sambas untuk meninjau ulang lokasi pekerjaan jalan apakah sudah tepat sasaran atau tidak, karena berdasarkan survey kami di lokasi pekerjaan jalan tersebut hanya nampak satu rumah saja, itu artinya jalan ini kurang dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar untuk melakukan aktivitas sehari hari,” tutupnya.

“Dikonfirmasi kepada kepala Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman Dan Lingkungan Hidup kabupaten Sambas via Whats’up +62 812-5xxx-xxx terkait hal ini tidak ada respon, senin,21/11/2022.

Sampai berita ini diterbitkan Tim media belum bisa mendapatkan informasi terkait keberadaan kantor perusahaan tersebut.

(Sudarsono)

- Advertisement -spot_imgspot_img
Kriminal
- Advertisement -spot_img
Advertorial
- Advertisement -spot_img