24.3 C
Banyuwangi
Rabu, November 30, 2022
- Advertisement -spot_imgspot_img

Tidak Terima Dipukul Rekan Sendiri, Rizal Lapor Polisi

- Advertisement -spot_img

Sambas, Radar Investigasi.id  – Tidak terima aksi kekerasan yang menimpa dirinya, Rizal (43) Warga Dusun Sungai Tengah Desa Sebubus Kecamatan Paloh Kabupaten Sambas melaporkan kejadian itu ke Polres Sambas pada Sabtu, (24/09/2022).

Saat tiba di Polres Sambas, Rizal yang ditemani dan didampingi oleh beberpa orang tokoh pemuda tokoh masyarakat. Diantaranya yakni Sabirin (75) Ketua RT 002, Deni (37), Hamdan (52), Johansyah (39), Husein (67), Aspani (47) dan Iwan (42). Kedatangan mereka diterima oleh petugas di pos jaga dan diarahkan langsung kepada petugas piket. Dari situ rombongan diantar oleh salah seorang petugas Kepolisian ke ruang Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Sambas dan disambut oleh Bripka Dicky sekira pukul 15:30 WIB.

Menurut pengakuan Rizal yang sehari-sehari bekerja sebagai tukang bangunan ini, ia merasa tidak pernah ada masalah dengan orang yang melakukan pemukulan terhadap dirinya. Ia mengatakan orang yang melakukan pemukulan terhadap dirinya adalah Markal (40) yang notabene terhitung masih sebagai teman bergaul sehari-hari di kampung. Korban mengungkapkan peristiwa pemukulan ini terjadi disebuah Bengkel Sepeda Motor milik Dedi alias Inded yang berlokasi di RT 002 RW 014 Dusun Sungai Tengah Desa Sebubus pada Kamis malam (22/09/2022) sekira pukul 21.30 WIB.

Kejadian bermula saat korban duduk-duduk santai bersama beberapa orang warga masyarakat yang tak lain diantara mereka itu adalah teman Rizal, termasuk teman Markal juga. Saat malam kejadian korban Rizal yang sedang duduk diatas kursi kayu dalam posisi menghadap ke arah Televisi yang memang sengaja disediakan oleh Dedi di Bengkel Sepeda Motor miliknya. Di kampung yang jaraknya sangat jauh dari hiruk pikuk kota, tempat usaha Bengkel Sepeda Motor pun bisa dijadikan tempat untuk kumpul santai oleh warga masyarakat. Seperti Rizal dan beberapa orang temannya malam itu memang datang ke Bengkel Sepeda Motor Inded dengan niat untuk kumpul, ngobrol santai, bincang ringan sambil menonton acara Televisi yang sedang tayang. Sebagaimana kebiasaan orang-orang yang tinggal di kampung, yang umumnya sehari-hari bekerja sebagai petani pekebun sejak mulai dari Matahari terbit hingga Matahari tenggelam.
Maka tidak lah heran jika jelang malam telah tiba para kaum Laki-laki di Dusun Sungai Tengah ini menyempatkan diri mereka untuk sekedar kumpul ramai-ramai buat melepas penat dan lelah setelah seharian berjibaku menaklukkan alam. Membaur, memupuk dan menjaga rasa persaudaraan diantara sesama anggota masyarakat adalah sebuah keniscayaan bagi masyarakat kampung. Saking asyiknya Rizal dan kawan-kawan nonton dan menikmati acara Televisi yang sedang tayang, tiba-tiba Markal muncul dari arah belakang Rizal sambil menepuk Bahu sebelah kanannya. Belum sempat Rizal menoleh ke arah belakang sebuah tinjuan keras sudah mendarat dibagian belakang Pelipisnya. Alangkah kaget dan tak habis pikir, salah apa gerangan yang dilakukan Rizal kepada Markal hingga ia dipukul. Tanpa basi basi dan
belum hilang keterkejutan yang dialami oleh Rizal, kembali menyusul sebuah pukulan keras kedua yang dilayangkan oleh Markal dan mengenai bagian Hidungnya.

“Ada apa ini?” Ucap Rizal melontarkan pertanyaan kepada Markal yang tidak menggubrisnya.

Bukannya menjawab pertanyaan dari Rizal yang tidak tampak menunjukkan perlawanan. Sebuah bogem keras mendarat lagi tepat dibagian batang Hidungnya hingga mengeluarkan cairan lendir seperti ingus. Beberapa orang yang ada disekeliling Rizal bangkit berdiri dari duduknya masing-masing untuk melerai dan menghalangi tindakan Markal selanjutnya.

“Wah ini sebenarnya ada apa?” Ucap Rizal mempertanyakan dan tak terima atas pemukulan terhadap dirinya.

“Kau udah tau itu” Jawab Markal singkat.

Dengan terheran-heran dan masih dalam posisi duduk diatas Kursi Kayu Rizal memang sengaja tidak membalas. Sementara Juhardi alias Kombet yang menyaksikan kejadian tersebut berusaha terus untuk menghalangi Markal agar tidak bisa mendekat ke arah Rizal. Sementara dibelakang Rizal ada Rabudi yang berusaha menenangkannya

Menurut Rizal, bukannya menjawab pertanyaan dengan baik malah Markal sempat mengeluarkan kata-kata yang kurang pantas kepada dirinya. Lalu katanya dengan nada kasar mengingatkan dirinya agar jaga mulutmu.

“Jaga mulutmu” Kata Rizal menirukan ucapan kepada dirinya.

Puas meluahkan emosinya terhadap Rizal, dengan tanpa beban dan rasa bersalah Markal pergi meninggalkan Rizal dan beberapa orang warga masyarakat yang diselimuti rasa bingung.

“Sampai sekarang saya tidak mengerti, tidak faham mengapa saya dipukul oleh Markal” Ucap Rizal saat berada di teras Satreskrim Polres Sambas.

Penganiayaan yang dilakukan dengan cara memukul korban menggunakan tangan kosong menyisakan rasa sakit pada kepala bagian belakang antara pelipis dan tulang tengkorak.

“Kepala bagian belakang kalau dipegang masih terasa sakit pak. Sedangkan pada bagian batang hidung malah tidak ada lagi rasa sakitnya” Ungkap Rizal

Kemudian Rizal selaku korban pemukulan yang didampingi oleh Ketua RT 002, serta Tokoh Pemuda Deni dan Johansyah dibawa masuk ke dalam ruangan tertutup guna memberikan keterangan lebih lanjut kepada Bripka Dicky.

Satu jam kemudian, sekira pukul 16:30 Rizal beserta ketiga orang yang mendampinginya keluar dari ruangan Satreskrim. Menurut Bripka Dicky yang menangani laporan Rizal mengatakan :

“Laporan dari saudara Rizal selaku korban pemukulan akan kita proses sesuai hukum yang berlaku” Ucapnya

Bripka Dicky juga mengatakan tindak lanjut dari laporan Rizal ini akan diarahkan dulu kepada upaya mediasi” Katanya

“Nanti kita hubungi dan kita arahkan kepada Petugas Bhabinkamtibmas Desa Sebubus. Melalui Bhabinkamtibmas ini nanti akan melakukan mediasi kepada kedua belah pihak yang dianggap berseteru, antara Rizal dan Markal untuk dipertemukan pada waktu yang akan ditentukan nanti” Tambahnya

“Hal ini juga akan melibatkan stekholder terkait, Seperti Kadus, Ketua RT, Toga, Tomas dan lain-lain di Dusun Sungai Tengah Desa Sebubus” Pungkasnya

(Radiman Lah)

- Advertisement -spot_imgspot_img
Kriminal
- Advertisement -spot_img
Advertorial
- Advertisement -spot_img