28.2 C
Banyuwangi
Selasa, September 27, 2022
- Advertisement -spot_imgspot_img

Pelanggan PAM Tirta Muara Ulakan di Semparuk Keluhkan Air Ledeng Keruh dan Berbau

- Advertisement -spot_img

Sambas, Radar Investigasi.id – Air bersih merupakan salah satu kebutuhan pokok manusia yang dibutuhkan secara berkelanjutan. Fungsi utama air bersih adalah sebagai air minum untuk memenuhi kebutuhan cairan tubuh setiap harinya. Selain itu, air bersih juga digunakan dalam berbaga macam kebutuhan hidup sehari-hari yang bersifat esensial, seperti mandi, mencuci pakaian hingga memasak untuk makan dan minum. Disamping itu, sebelum menggunakan air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Menurut P2PTM Kemenkes RI paling tidak ada lima syarat air yang dikatakan bersih dan layak digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari manusia. Kelima syarat itu adalah sebagai berikut :

Tidak berasa

Tidak berbau

Tidak berwarna

Tidak mengandung mikroorganisme yang berbahaya

Tidak mengandung logam berat

Namun kenyataan dilapangan sering kali tidak sesuai harapan. Seorang pelanggan PERUMDA AIR MINUM TIRTA MUARE ULAKAN Kabupaten Sambas atas nama Hasan Yahya di Jalan Pertasi Kencana Semparuk mengeluhkan air leding atau air keran yang mengalir dirumahnya berwarna keruh kemerahan mirip seperti warna air dilahan gambut pada umumnya. Dan hal itu berlangsung sudah hampir seminggu.

“Saya khawatir air leding yang berwarna keruh kemerahan ini berdampak tak baik untuk kesehatan. Airnya keruh kadang tercium bau tak sedap, seperti bau karat besi yang sedikit amis” Ungkapnya dikediaman Dusun Sutera RT 003 RW 007 Semparuk kepada Radar Investigasi Rabu, (21/09/2022)

Anong anak menantu dari Hasan Yahya menyebut hampir satu mingguan ini air leding dirumahnya menjadi berwarna keruh kemerahan seperti warna air dilahan gambut.

“Sudah hampir satu minggu air leding dirumah kami ini keruh kemerahan mirip warna air dilahan gambut serta kadang berbau kadang tidak”
Kata Anong.

“Kejadian seperti ini biasanya mulai dari waktu pagi hari sekira pukul 6, pukul 7 sampai pukul 8. Setelah itu air ledeng berangsur-angsur jernih kembali,” timpalnya.

Meski begitu, Anong tetap khawatir air yang digunakannya akan berdampak buruk bagi kesehatan diri dan seluruh keluarganya. Saat ini, dia hanya mengggunakan air PAM untuk keperluan mandi, cuci dan kakus. Itu pun air leding terlebih dahulu dibiarkan jernih sendiri didalam wadah penampungan air. Sedang untuk kegiatan masak memasak ia menggunakan air hujan. Jika stok air hujan habis maka terpakasa menggunakan air galon. Hingga berita ini diturunkan pagi hari Rabu, (21/09/2022) air leding keruh berwarna kemerahan masih saja singgah mengalir dirumah Anong.

“Mungkin perusahaan air minum milik daerah ini mengalami kendala apa kita tidak tau. Yang jelas setiap pagi dijam tertentu, air leding dirumah kami ini tidak lagi jernih. Sudahlah tidak jernih kecil dan lambat pula ngalirnya,” tambah Anong.

“Jadi selaku pelanggan kami mohon kepada pihak PAM Tirta Muare Ulakan untuk dapat segera memperbaiki kualitas air leding di tempat kami,” pungkasnya.

” Kondisi air yang keruh ini akibat perbaikan saluran pipa disepanjang jalur Tebas-Semparuk yang sampai saat ini masih dlm proses pengerjaan oleh tim PAM TMU Sbs,” ungkap Dirut PDAM Sambas pada wartawan Radar investigasi.

“Adapun lumpur yang terkandung dalam larutan air ledeng itu akibat adanya endapan lumpur dari pipa lama,” tutupnya. (Radiman Lah)

- Advertisement -spot_imgspot_img
Kriminal
- Advertisement -spot_img
Advertorial
- Advertisement -spot_img