23.5 C
Banyuwangi
Selasa, September 27, 2022
- Advertisement -spot_imgspot_img

Aktivitas PETI Di Desa Buduk Sempadang, Kecamatan Selakau Timur, Kabupaten Sambas, Memakan Korban

- Advertisement -spot_img

Sambas, Radar Investigasi.id – Hingga hari ketiga pada Ahad (18/09/2022), pencarian terhadap puluhan korban longsor di lokasi PETI perbatasan Kabupaten Bengkayang dan Sambas, Kalimantan Barat, masih terus dilakukan.

Tim gabungan yang terdeteksi di TKP terdiri dari unsur TNI dan Polri, serta Basarnas dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bengkayang masih terus melakukan pencarian puluhan korban yang tertimbun dilokasi longsor PETI.

Proses pencarian korban longsor dipimpin oleh Kapolres Bengkayang AKBP Dr. Bayu  Suseno, SH, SIK, MH, MM sejak Jumat, pagi (16/09/2022) di lokasi longsor bersama 30 personel. Tampak juga dari tim Basarnas Sambas, BPPD Bengkayang juga Dandim 1202/Skw Letkol Kav I Nyoman Artawan S.sos yang ikut serta dalam upaya pencarian korban longsor PETI di desa Buduk Sempadang Kecamatan Selakau Timur Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat.

Berdasarkan data sementara yang diperoleh oleh Awak Media Radar Investigasi dari salah seorang sumber yang masih berada dilokasi longsor PETI serta enggan disebutkan namanya. Seperti diketahui hingga saat ini sudah ada 4 orang pendulang emas yang ditemukan dalam keadaan telah meninggal dunia dan ada 8 orang pendulang emas lainnya dinyatakan dalam keadaan luka-luka dan selamat. Korban meninggal diantaranya :

1.Hermanus dari

Alamat Dusun Benawa Bakti, RT 007 RW 002 Desa Monterado Kecamatan Monterado, Bengkayang.

2.Yohanes Naga alias Oot

Alamat Dusun Pakucing I, RT 001 RW 001 Desa Gerantung Kecamatan Monterado, Bengkayang.

3.Piko

Sejaruk Param Kecamatan Lembah Bawang, Bengkayang.

4.Tumin

Gunung Hijau, Selakau Tua Kecamatan Selakau Timur, Sambas.

Sedangkan korban selamat sebanyak 8 orang diantaranya adalah :

1.Martinus

2.Makarno

3.Pitrus Ipit alias Pak Reval

4.Benediktus Ayen

5.Bombat

6.Yohanes Rudi

7.Basuni Iyeng

8.Aldo Firdaus

Kedelapan orang yang dinyatakan selamat ini semuanya berasal dari Kecamatan Monterado Kabupaten Bengkayang. Dari seluruh korban longsor PETI yang meninggal dan selamat semuanya berjenis kelamin laki-laki.

Bencana longsor terjadi ketika sekitar 20 pekerja sedang mendulang emas di tambang kawasan perbukitan Dusun Secepu, Desa Kinande, Kecamatan Lembah Bawang, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, Kamis (15/9) malam sekira pukul 20.15 WIB.

Hingga berita ini diturunkan Senin, (19/09/2022) pencarian sudah berjalan dan memakan waktu selama empat hari. Longsor terjadi diduga keras pada saat kejadian Kamis, (15/09/2022) dikarenakan curah hujan cukup deras yang mengguyur sebagian besar lokasi PETI. Sebagaimana dikatakan oleh Bang Jago (nama samaran) salah satu korban selamat dan hanya mengalami sakit dibagian pinggangnya akibat dihantam bebatuan.

“Saat hujan deras alam sudah memberi kode kepada kami, yaitu ada longsor kecil pertama” Ucap memulai cerita.

Longsor pertama sempat membuat seluruh pendulang yang ada dilokasi terdiam sejenak. Melihat dan mengamati situasi yang sebenarnya sudah menampakkan tanda-tanda akan ada bahaya besar dari kejadian longsor pertama. Bukan malah mengindahkan peringatan dari alam, para pendulang emas ini justeru malah makin semangat dan mengencang aktivitas “ndulang” emas karena ada diantar mereka yang sudah menemukan “alur emas” yang selama ini menjadi impian seluruh pendulang emas untuk menemukannya.

Namun situasi diperburuk oleh standar kerja tambang emas ilegal yang kebanyakan tidak memenuhi standar kesehatan, keamanan dan keselamatan kerja layaknya kerja-kerja seperti di pertambangan legal umumnya.

“Tak lama setelah itu bunyi bergemuruh dari atas bergerak cepat menimpa seluruh apa saja yang ada didepannya, termasuk para pendulang yang tidak sempat melarikan diri” Kata Bang Jago melanjutkan ceritanya.

“Melihat longsor yang terjadi saya teringat kepada adik dan secepat cepatnya saya mendekati dan meraih tangannya. Lalu saya dengan sekuat-kuat tenaga yang saya miliki melemparnya ke area yang tidak dilewati longsor,” Ceritanya lalu.

“Saya tidak tahu kenapa mudah saja saya melempar tubuh adik saya ke area aman. Yang saya ingat saat itu tubuh adik saya sudah terlihat kecil dimata saya, makanya mudah saja saya lempar tubuhnya. Dan Alhamdulillah adik saya selamat walau ada juga mengalami luka-luka sedikit lah dan itu pun karena akibat saya lempar dan adik saya malah jatuh dan mendarat diatas bebatuan” Ujarnya sambil membayangkan kejadian pada Kamis (15/09/2022) malam sekira pukul 20:15 WIB.

“Saya sendiri tidak mengalami luka-luka cuma pinggang sebelah kiri saya agak sakit akibat terkena hantaman batu dan tanah longsor” Katanya lagi seraya pamit bersiap-siap untuk meninggalkan lokasi PETI yang saat itu sudah mulai sepi dari aktivitas penambangan. Tampak disana sini satu persatu para pelaku PETI perlahan-lahan sudah mulai berkemas, berberes segala barang dan peralatan pendukung pekerjaan serta hasil kerja “Teling” (Bebatuan yang masih bercampur emas) mereka simpan pada tempat yang dianggap aman. Dan mereka secara bertahap meninggalkan lokasi tambang. Namun masih ada sebagian dari mereka yang tetap tinggal dan menunggu dilokasi PETI karena beberapa alasan. Selain itu Posko Bencana yang dibuka oleh pihak Polres Bengkayang tiap pukul 7:00 WIB melaksanakan kegiatan Apel pagi dislokasi longsor. Setelah Apel pagi kemudian dilanjut dengan kegiatan sarapan pagi di Posko Penanggulangan Bencana. Kemudian tepat pukul 8:00 WIB tim Polres Bengkayang mulai melakukan upaya pencarian korban longsor PETI dengan cara-cara manual. Saat Awak Media ini berada di lokasi PETI pada Ahad, (18/09/2022) belum bisa menemui pihak-pihak yang terkait dengan peristiwa longsor PETI yang diduga lokasinya sebagian berada di Kabupaten Sambas dan sebagian lainnya berada di Kabupaten Bengkayang. (Radiman Lah)

- Advertisement -spot_imgspot_img
Kriminal
- Advertisement -spot_img
Advertorial
- Advertisement -spot_img