28.2 C
Banyuwangi
Selasa, September 27, 2022
- Advertisement -spot_imgspot_img

Antrian Masih Terjadi di Sepanjang Jalan Pantura SPBU 64.794.06 Kabupaten Sambas 

- Advertisement -spot_img

Sambas, Radar Investigasi.id – Saat ini masyarakat pemilik kendaraan bermotor mulai mengalami kesulitan lagi untuk mendapatkan BBM jenis Pertalite dan Solar subsidi. Kesulitan ini telah terjadi dibeberapa titik lokasi Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang berada dan tersebar di sepanjang jalan Pantura Kabupaten Sambas. Dimulai dari wilayah Kecamatan Selakau, Pemangkat, Semparuk, Tebas dan Sambas. Dari pantauan Awak Media Radar Investigasi telah terjadi antrian panjang oleh para pengguna kendaraan bermotor. Kendaraan bermotor seperti mobil Dump Truck, Truk standar, Truk Engkel, Bus penumpang umum dan Pickup antri untuk mendapatkan BBM jenis Solar subsidi. Seperti terlihat di SPBU Simpuan Singa Raya Kecamatan Semparuk, antrian untuk mendapatkan BBM jenis Solar subsidi itu didominasi oleh kendaraan jenis Dump Truck dan Truk standar. Beberapa Sopirnya yang sempat ditemui okeh Awak Media ini mengaku baru kemarin ikut antri disini. Malah bahkan ada yang sudah ikut antri sejak tiga hari yang lalu. Caranya kendaraan mereka, terutama kendaraan mobil jenis Dump Truck dan Truk standar mereka ‘standby’ kan terlebih dahulu disekitar area SPBU tujuan. Walau yang antri untuk mendapatkan BBM jenis Solar subsidi didominasi oleh kendaraan jenis mobil Dump Truck dan Truk standar tapi pada hari, Sabtu (17/09/2022) kendaraan lain yang ikut antri seperti mobil Pickup, Truk Engkel dan Bus penumpang umum juga tak kalah banyak jumlahnya. Dan antrian itu diramaikan pula oleh Mobil Truk tangki yang diduga berasal dari pabrik pengolahan minyak Kelapa (RBD Coconut Oil) dari desa Perapakan Kecamatan Pemangkat.

Hal serupa juga dilakukan oleh para pengguna kendaraan bermotor roda dua dan roda tiga, mereka ada yang sudah menunggu didepan pintu pagar SPBU sebelum layanan di buka. Sejak pukul 6:00 WIB para pengendara motor itu sudah berebut merapat untuk menjadi yang terdepan di muka pintu pagar SPBU. Berpagi-pagi ikut antri hanya demi untuk menjadi yang pertama mendapatkan supply BBM jenis Pertalite. Ada dugaan diantara beberapa pengendara motor tersebut adalah pengendara motor dengan tangki “siluman”. Sepeda motor dengan tangki siluman bisa mendapatkan supply BBM jenis Pertalite dengan jumlah banyak. Pemandangan seperti itu bisa di saksikan hampir setiap hari di lokasi SPBU Simpuan Singa Raya Semparuk. Demi mendapatkan BBM jenis Pertalite  yang sangat di butuhkan, akhirnya mereka rela antri sejak pagi hari sekali.

Sementara diketahui layanan kepada para pengguna kendaraan bermotor dari SPBU pada umumnya baru dibuka dari pukul 7:00 WIB hingga pukul 22:00 WIB.

Selain itu terlihat juga beberapa orang masyarakat yang sudah berada didalam area SPBU Simpuan. Mereka datang dengan membawa beberapa Jerigen ditangan dan ikut juga melakukan antri untuk mendapatkan BBM jenis Solar subsidi. Saat Awak Media ini menanyakan kepada beberapa orang masyarakat yang menenteng Jerigen itu tadi, terkait apa keperluan mereka ikut antri untuk mendapatkan BBM jenis Solar subsidi, ternyata setelah ditanya mereka mengaku kalau saat itu mereka memang benar-benar sangat memerlukan BBM jenis Solar subsidi ini. Kata mereka tak lain tak bukan, keperluan mereka untuk mendapatkan BBM jenis Solar subsidi ini demi kelancaran, kelangsungan dan agar usaha mereka yang ada dikampung bisa tetap berjalan melayani masyarakat tani. Dan mereka sebagai pelaku usaha penggilingan Padi adalah bagian dari mata rantai petani yang tak dapat dipisahkan satu sama lain.

“Aduh pak e kami selaku orang Penggilingan Padi mengeluhkan sulitnya mendapatkan pasokan BBM jenis Solar untuk kelangsungan usaha kami dikampung” Ujar Rusdi salah seorang warga masyarakat yang menekuni usaha Penggilingan Padi bersama dua orang temannya.

“Kami disini (SPBU Simpuan Singa Raya Semparuk, Red) sudah jalan tiga hari, menunggu disini untuk mendapatkan BBM jenis Solar. Namun sampai saat ini Solar yang kami inginkan belum bisa kami dapatkan” Keluhnya yang diiyakan oleh dua orang temannya.

Ketika ditanya alasan mengapa belum juga bisa mendapatkan BBM jenis Solar teman Rusdi sebut saja Bujang mengatakan

“Kami disuruh oleh pihak manajemen SPBU Simpuan untuk membuat akun my Pertamina terlebih dahulu pak. Itu sudah kami lakukan, kami sudah daftar beberapa waktu yang lalu. Cuma mungkin masih menunggu proses konfirmasi data saja” Katanya menerangkan.

“Nah sambil menunggu proses konfirmasi data dari My Pertamina dalam tujuh hari kerja kedepan, maksud kami yang sudah antri tiga hari disini meminta kebijakan dari pihak manajemen SPBU Simpuan agar bisa melayani pembelian yang kami lakukan pak” Tambahnya yang diiyakan oleh dua orang temannya Rusdi dan Ramli yang berdiri disebelahnya.

Lain lagi cerita yang dialami oleh Idda salah satu sopir Dump Truck yang mengaku sudah antri sejak tiga hari yang lalu. Ia dan beberapa rekannya sesama Sopir Dump Truck memang sudah sejak tiga hari yang lalu melakukan antri. Caranya mereka memarkir mobil Dump Truck masing-masing diluar area SPBU Simpuan, yaitu disepanjang pinggir jalan raya Kecamatan Semparuk. Pada saat ini pemandangan seperti itu hampir bisa disaksikan setiap hari. Mobil-mobil yang didominasi oleh mobil jenis Dump Truck, Truk standar dan Bus penumpang umum ini terparkir berjejer dikanan kiri sepanjang bahu jalan raya Kecamatan Semparuk. Panjang antrian mobil-mobil itu kadang bisa mencapai panjang satu kilometer bahkan bisa lebih dari satu kilometer. Diharapkan para pengguna jalan agar berhati-berhati ketika melewati lokasi disepanjang jalan raya Kecamatan Semparuk menuju ke arah Kecamatan Pemangkat.

“Saya harap melalui pemerintah kita, pemerintah Kabupaten Sambas mungkin bisa mengusahakan untuk penambahan kuota BBM jenis Solar kepada pihak Pertamina” Ujar Idda Sopir Dump Truck yang didampingi teman-teman Sopir lainnya.

“Saya disini bersama teman-teman Sopir Dump Truck, Sopir Bus dan Sopir Truk lainnya sudah tiga hari ngantri pak. Untuk mendapatkan pasokan BBM jenis Solar agar kendaraan kami bisa jalan untuk mencari rejeki. Kalau mobil tidak diisi minyak (BBM Solar, Red) berarti mobil tidak jalan. Mobil tidak jalan berarti usaha macet pak. Kalau usaha sudah macet bisa-bisa tak berasap dapur kami” Kata Idda sambil memberi kode kepada rekan Sopir Truk lainnya untuk ikut meluahkan aspirasi nya.

“Kami sebagai Sopir Dump Truck dan mungkin juga kawan-kawan Sopir Truk lainnya bahkan tidak keberatan jikalau BBM jenis Solar ini harganya dinaikkan menjadi sepuluh ribu rupiah.

Asal barangnya selalu ada (Solar,Red) dan mudah untuk mendapatkannya. Tidak seperti hari ini dimana kami harus antri hingga berhari-hari” Ungkap Ason menimpali.

“Yang bikin sedih dan mengecewakan jika sudah antri tiga hari, tau-tau nya masih tidak kebagian jatah Solarnya pak karena keburu habis duluan. Dari itu kami mohon kepada Bapak Bupati Sambas yang terhormat dan Berkemajuan selaku pemimpin kami,  dapat kiranya memberikan solusi terbaik bagi permasalahan kami ini, tolong ya pak” Harap Abun dengan nada sedikit memelas yang duduk disamping Ason.

Antrian panjang dari kendaraan roda dua, kendaraan roda tiga dan kendaraan roda empat yang terjadi di area SPBU Simpuan Singa Raya Kecamatan Semparuk memang sering terjadi. Dalam satu minggu paling sedikit ada dua kali antrian panjang yang terjadi disepanjang jalan raya Kecamatan Semparuk ini.

Pemandangan menarik terjadi saat antrian panjang di SPBU Simpuan Singa Raya Kecamatan Semparuk beberapa waktu yang lalu. Dimana pada saat sudah didalam area SPBU yang sedang ramai oleh antrian kendaraan yang sudah berjejer sesuai urutan dan giliran kendaraannya masing-masing, dan sudah diatur pula oleh beberapa orang yang bertugas dan bertanggung jawab mengatur kelancaran jalannya proses pengisian BBM, terutama BBM jenis Solar subsidi. Seperti diketahui selama ini pengisian BBM jenis Solar subsidi di area SPBU ini umumnya selalu didominasi oleh kendaraan jenis mobil Dump Truck,Truk standar dan Bus penumpang umum. Dan hal ini diperbolehkan oleh pihak manajemen SPBU 64.794.06. Namun pihak manajemen SPBU ini juga tidak melarang masuknya Mobil Truk Tangki minyak Kelapa ini untuk ikut antri mendapatkan supply BBM jenis Solar subsidi. Mobil Truk Tangki minyak Kelapa ini diduga berasal dari sebuah pabrik pengolahan Kopra yang berlokasi tidak jauh dan hanya beberapa kilometer dari area SPBU Simpuan.

Dengan adanya kejadian tersebut serta menyangkut nama baik SPBU ini, maka Awak Media ini coba menemui pihak manajemen SPBU Simpuan untuk dimintai konfirmasi tentang beberapa hal, terkait dengan adanya keluhan dari para pelanggan BBM hingga diperbolehkannya kendaraan jenis Mobil Truk Tangki Minyak Kelapa dari pabrik sebuah perusahaan pengolahan Minyak Kelapa untuk ikut minum BBM jenis Solar subsidi. Dilain tempat dan dilain pihak SPBU seperti SPBU di Kecamatan Selakau, SPBU di Kecamatan Pemangkat, SPBU di Kecamatan Tebas dan SPBU di Kecamatan Sambas belum ditemukan mereka melayani pengisian BBM jenis Solar subsidi untuk Mobil Truk Tangki dari perusahaan pertambangan, perkebunan, Mobil Tangki CPO dan perusahaan pengolahan Minyak Kelapa atau RBD Coconut Oil.

Di SPBU 64.794.06 Simpuan ini malah dengan santai melayani pengisian BBM jenis Solar Subsidi kepada Mobil Truk Tangki yang diduga berasal dari pabrik pengolahan Minyak Kelapa Kecamatan Pemangkat.

Ditemui di ruang kerjanya, Aan selaku manajer pemasaran dari SPBU 64.794.06 Simpuan Singa Raya Kecamatan Semparuk saat ditanyakan mengapa Mobil Truk Tangki dari perusahaan pengolahan Minyak Kelapa yang harusnya diarahkan untuk mengisi BBM Solar non subsidi atau yang lebih dikenal dengan Pertamina Dex malah dibiarkan mengisi BBM jenis Solar subsidi di SPBU ini, Aan menjelaskan

“Selama kendaraan (Truk Tangki Minyak Kelapa) itu masih terdaftar di My Pertamina, ada Barcode nya wajib diisikan” Katanya

“Berarti mereka (Truk Tangki Minyak Kelapa) udah punya akun My Pertamina gitu?” Tanya Awak Media ini

“Iya sudah” Jawabnya singkat kemudian melanjutkan

“Kalau belum ada Barcode nya masih bisa dimasukan secara manual, masukkan nomor platnya gitu” Terangnya.

“Solar subsidi kan bukan untuk  untuk perusahaan punya, jadi bagaimana kebijakannya itu?” Tanyak Awak Media Radar Investigasi lagi.

“Iya ngerti, itulah makanya nanti pas waktu dia (Sopir Mobil Truk Tangki Minyak Kelapa, Red) ngisi Solar saya ngomong sama dia bahwa konsumen Solar industri tidak boleh lagi ngisi Solar subsidi gitu” Katanya menjelaskan

“Mereka (Para Sopir Mobil Truk Tangki Minyak Kelapa) itu sudah dikasih tau, tapi mereka masih ngeyel. Biasa tidak kita isikan (Solar Subsidi, Red) cuma dia para Sopir Truk Tangki ini, dia minta toleransi” Jelas Aan kemudian Sopir Mobil Truk Tangki tadi kata Aan mendatanginya

“Bang udah krisis nih, bang isikanlah lima puluh ribu rupiah saja” Kata aan menirukan ucapan Sopir Truk Tangki Minyak Kelapa

“Abis ini tidak saya kasih lagi ngisi Solar subsidi per tanggal 1 September 2022” Pungkas Aan.

Faktanya sampai berita ini diturunkan, Minggu (18/09/2022) masih bisa ditemukan Mobil Truk Tangki dari pabrik pengolahan Minyak Kelapa saban minggu selalu tampak ikut antri mendapatkan BBM jenis Solar subsidi di SPBU 64.794.06.

(Radiman Lah / Hermanto Siagian)

- Advertisement -spot_imgspot_img
Kriminal
- Advertisement -spot_img
Advertorial
- Advertisement -spot_img