23.5 C
Banyuwangi
Selasa, September 27, 2022
- Advertisement -spot_imgspot_img

“Pungli” Di Sekolah Masih Marak, Ada Apa Dengan Kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi

- Advertisement -spot_img

Banyuwangi – Radar Investigasi | Sering kali di beritakan dalam bulan terakhir ini terkait pemberitaan di beberapa media online dengan adanya dugaan Pungli Berjubah Sumbangan Peran Serta Masyarakat (PSM) Dan Uang paguyuban Maupun Uang Korlas di Sekolah Dasar Negeri hingga sekolah menengah pertama Negeri (SMP N) masih marak terjadi yang mengakibatkan khususnya masyarakat berpenghasilan rendah merasa tercekik namun sangat disayangkan kepala dinas pendidikan Kabupaten Banyuwangi Terkesan Tutup Mata dan patut diduga ada apa dengannya yang seakan-akan kehilangan taring.

Dilangsir dari media online topiknews.co.id, Ratusan walimurid di sekolah SMP N 1 Bangorejo gelar rapat, seusai rapat itu, Salahsatu Wali kelas murid kelas 7 mengaku dimintai “sumbangan” yang sering di sebut peran serta masyarakat “dipatok” sebesar Rp. 1.250.000/siswa. Kamis (16/9/2022)

“Sumbangan kok di tentukan nominalnyanya mas,  semestinya kan semampunya kita kalau seperti ini bagaimana bisa dikatakan sekolah itu gratis seperti yang di gembor – gemborkan pemerintah,”ujarnya dia namanya yang enggan diberitakan.

Seperti yang pernah juga di beritakan radar Investigasi, Kepala Dinas Pendidikan, Suratno, Dirinya mengaku pernah menerbitkan Surat Edaran terkait sumbangan namun sangat disayangkan isi SE itu Suratno enggan di publikasikan yang terkesan ada sesuatu yang disembunyikan.

Selain itu Suratno, menjelaskan, yang disebut sumbangan tidak ada nominal dan tidak boleh ada Pungutan.

“kalau ada nominalnya itu gak boleh,  itu kan sumbangan, gak boleh ada Pungutan “Terang Suratno. Senin (29/07/2022)

Namun Surat Edarannya dan stagmennya Suratno seakan-akan tidak sesuai dengan di lapangan yang masih saja dugaan Pungutan berjubah sumbangan masih saja terjadi sehingga di keluhkan Wali murid.

Perlu diketahui, agar dapat keringanan “sumbangan ” PSM Maupun Uang Korlas wali murid di perintahkan untuk meminta surat keterangan tidak mampu dari kantor desa/kelurahan, dan parahnya lagi setiap telat bayar habis bulannya maka PSM/Korlas akan di tagih.

Radar Investigasi akan terus mengawal dengan adanya maraknya dugaan Pungli Berjubah Sumbangan di Sekolah khususnya bumi Blambangan Banyuwangi.

- Advertisement -spot_imgspot_img
Kriminal
- Advertisement -spot_img
Advertorial
- Advertisement -spot_img