23.5 C
Banyuwangi
Selasa, September 27, 2022
- Advertisement -spot_imgspot_img

Dugaan Pungli Di SMP N 1 Banyuwangi, Begini Penjelasan Kepala Sekolah.

- Advertisement -spot_img

Banyuwangi – Radar Investigasi | Beredar kabar dugaan Pungutan liar berjubah sumbangan di Sekolah Menengah Atas pertama ( SMP ) Negeri 1 Banyuwangi per siswa tarik hingga puluhan hingga ratusan itu kepala sekolah SMP N 1 Banyuwangi dirinya menepis dugaan Pungli tersebut.

Kepala Sekolah SMP N 1 Banyuwangi, Sodiq, Menjelaskan, terkait tarikan itu tidak ada hanyalah sebuah sumbangan yang bersifat sukarela dan membantu semampunya saja.

“Itu tidak benar mas, iuran itu hanya sukarela “jelas Sodiq kepada Radar Investigasi. Senin (12/09/2022).

Dia menuturkan sumbangan itu dipergunakan untuk keperluan aktivitas kegiatan murid untuk extrakulikuler, kata Sodiq, extrakulikuler di SMP N 1 Banyuwangi berjumlah 20 extrakulikuler.

” Sumbangan itu untuk Siswa ” katanya.

Menurut Sodiq, Bantuan dana BOS dari pemerintah itu masih kurang cukup maka dari itu dari rembug wali murid dengan komite untuk melakukan sumbangan.

” dana BOS tidak cukup mas”terangnya.

Di langsir media online, salah satu SMP Negeri di Banyuwangi (SMPN 1 Srono) diduga menarik uang sumbangan yang sudah dipatok nilainya sebesar Rp. 2.500.000 per siswa.

Kabar tidak mengenakkan juga dialami oleh wali murid – wali murid dari SMPN 1 Kota Banyuwangi. Dimana ketua komite dan pihak sekolah diduga sepakat untuk menarik dana sumbangan dari para wali muridnya sebesar Rp. 950.000,- per siswa (untuk kelas 8) dan Rp. 1.000.000,- per siswa (untuk kelas 7).

Hal tersebut disampaikan oleh salah satu wali murid yang kebetulan sebagai salah satu pengurus paguyuban dari salah satu kelas 8 di SMPN 1 Banyuwangi. “Padahal pada pertemuan dengan komite dan pihak sekolah saat itu, seluruh wali murid sepakat untuk menolak adanya sumbangan yang ditetapkan oleh mereka (komite dan sekolah) dimana menurut mereka dana tersebut akan dipakai untuk pembangunan fasilitas olahraga di taman baru. Disampaikan bahwa mereka akan membangun beberapa toilet, ruang ganti dan gudang di lapangan taman baru yang dipakai sebagai tempat olahraga bagi siswa siswi SMPN 1 Banyuwangi”, ungkapnya.

“Padahal beberapa tahun yg lalu program tersebut (pembangunan toilet, ruang ganti dan gudang) sudah pernah dimintakan kepada wali murid-wali murid pada masa pembelajaran sebelum adanya pandemi covid 19. Dan nilainya lebih dari Rp. 1.000.000,- per siswa. Akan tetapi sampai dengan saat ini tidak ada pertemuan dengan wali murid-wali murid terkait pelaporan LPJ atas dana yang telah mereka kumpulkan untuk program pembangunan tersebut”, lanjutnya.

“Waktu kakaknya dulu sudah dimintai oleh sekolah nilainya 1 juta lebih, sekarang adiknya kelas 8 dimintai lagi Rp. 950.000,-, dan yang kelas 7  diminta untuk membayar sebesar Rp. 1.000.000,- per siswa”, ujar salah satu Ibu wali murid yang kebetulan juga sebagai pengurus paguyuban di kelas putranya di SMPN 1 Banyuwangi.

- Advertisement -spot_imgspot_img
Kriminal
- Advertisement -spot_img
Advertorial
- Advertisement -spot_img