28.2 C
Banyuwangi
Selasa, September 27, 2022
- Advertisement -spot_imgspot_img

Ratusan Mahasiswa Di Ternate, Tolak Kenaikan harga BBM bersubsidi

- Advertisement -spot_img

.TERNATE, Radar Investigasi – Ratusan mahasiswa dari Universitas Khairun (Unkhair) Ternate, Maluku Utara, menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor DPRD kota Ternate, terkait kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.

Aksi mahasiswa yang tergabung dalam beberapa Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unkhair ini, dengan tegas menolak kenaikan harga BBM bersubsidi.

Dalam aksi tersebut mahasiswa juga menyampaikan beberapa tuntutan salah satu nya adalah meminta segera membongkar mafia bahan bakar minyak (BBM) di Maluku Utara khususnya kota Ternate, berdasarkan pantauan media Radar Investigasi, Kamis (8/9/2022).

Massa menilai, kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) sangat mencekik masyarakat menengah kebawah. Terutama nelayan dan petani.

Aksi juga menegaskan apabila tuntutan mereka tidak di akomodir, maka mereka akan datang dengan massa aksi yang lebih besar lagi.

“Jika tuntutan kami tidak diakomodir, maka kami akan melakukan aksi yang lebih besar lagi,” tegas salah satu orator, Junaidi Ibrahim saat berorasi.

Di kesempatan itu juga terlihat jelas Wakil Ketua DPRD kota Ternate, Heny Sutan Muda Politikus Partai Demokrat, hadir di tengah-tengah massa aksi untuk berdialog dengan mahasiswa. Ia mengaku ikut merasakan apa dialami masyarakat akibat kenaikan bahan bakar minyak (BBM).

“Keterwakilan masyarakat saat ini adalah mahasiswa. Kenaikan BBM itu bahan pokok pun juga ikut naik, juga berpengaruh pada sektor transportasi. Saya dan teman-teman beranggapan bahwa memang pemerintah pusat tidak konsisten apa yang disampaikan,” cetusnya.

Lanjut dia, Presiden sempat menyampaikan bahwa tidak akan ada kenaikan harga BBM. Namun saat ini harga bahan bakar minyak BBM mengalami kenaikan maka itu menunjukkan bahwa pemerintah tidak konsisten memperjuangkan amanat UUD 1945 yaitu mensejahterakan rakyat.

“Saya dan teman-teman men-support apa yang dilakukan oleh mahasiswa dan kami mengimbau kepada kepala daerah lainnya yang ada di Maluku Utara, dari gubernur sampai wali kota, mereka ini perpanjangan tangan pemerintah pusat. Beliau-beliau ini harus menyampaikan apa yang menjadi aspirasi rakyat dan membuat sikap Presiden meninjau kembali kenaikan BBM,” tegas Heny.

Di kesempatan juga bersama teman-teman di DPRD sepakat menolak dan membuat pernyataan sikap agar pemerintah pusat segera mengevaluasi kembali kenaikan harga BBM.

“kami dan teman-teman di DPRD sepakat menolak dan membuat pernyataan sikap agar pemerintah pusat segara kembali mengevaluasi kenaikan harga BBM. Kita menunggu teman lain sedang kegiatan partai, ketika teman-teman sudah ada maka kita akan meminta tanda tangan bersama kita akan segera mengirimkan ke pemerintah pusat,” tandasnya. (sumardin)

- Advertisement -spot_imgspot_img
Kriminal
- Advertisement -spot_img
Advertorial
- Advertisement -spot_img