28.2 C
Banyuwangi
Selasa, September 27, 2022
- Advertisement -spot_imgspot_img

Hasil barang bukti sitaan Polairud Polda Maluku Utara kembali di titipkan ketempat terduga pelaku.

- Advertisement -spot_img

TERNATE, Radar Investigasi – Upaya penyelundupan kayu ilegal logging sempat digagalkan direktorat polair Polda Maluku Utara, kayu itu berasal dari desa nondang kabupaten Halmahera Selatan (Halsel).

Berdasarkan informasi yang dirangkum, Polairud Polda Maluku Utara sempat mengamankan barang bukti berupa kapal serta kayu olahan dan di bawah ke pelabuhan perikanan bastiong, guna untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut.

“Pada saat dilakukan pemeriksaan, didapati 12 kubik kayu kelas II yang tidak sesuai dengan dokumen milik Adam,” terang Ifan salah satu penyidik Polairud Polda Maluku Utara, Senin (29/8) kemarin

Diwaktu yang terpisah budi, selaku pksda tentang penindakan dan penyidikan dinas kehutanan provinsi Maluku Utara saat di konfirmasi media Radar Investigasi lewat telepon pribadi nya mengatakan bahwa, akan dilakukan penyelidikan terkait dengan asal kayu tersebut apakah dari hutan rakyat atau hujan hak.

“Kami saat ini akan lakukan penyelidikan terkait asal kayu tersebut apakah berasal dari hutan rakyat atau hutan hak karena ada beberapa dokumen yang tidak lengkap,” ungkapnya

Saat ditanyakan terkait dengan barang bukti sitaan kenapa dikembalikan kepada terduga pelaku sementara saat ini masih dalam penyelidikan?

“Itu bukan dikembalikan, kami titip barang bukti sitaan ketempat terduga pelaku agar jangan sampai barang tersebut hilang dan rusak,” katanya.

Ifan, saat di konfirmasi kembali oleh media Radar Investigasi membenarkan bahwa saat ini barang bukti hasil sitaan telah dititipkan ke tempat terduga pelaku.

“Memang betul saat ini barang bukti hasil sitaan itu dititipkan di tempat terduga pelaku, saat ini penyelidikan telah berjalan kalau terbukti maka barang tersebut kami akan lelang,” katanya.

Menurut dia, barang bukti yang mudah rusak sesegera mungkin penyidik mengamankan ke tempat yang lebih aman guna menghindari adanya, satu mungkin dia cepat rusak sehingga hal itu menjadi risiko kita penyidik sehingga kita ambil langka untuk titip karena itu berdasarkan penilaian dari penyidik,” jelasnya.

Sementara dalam penyelidikan saat ini pelaku tidak mendapatkan penahanan dari pihak direktorat Polairud Polda Maluku Utara.

- Advertisement -spot_imgspot_img
Kriminal
- Advertisement -spot_img
Advertorial
- Advertisement -spot_img