23.5 C
Banyuwangi
Selasa, September 27, 2022
- Advertisement -spot_imgspot_img

Terkesan Kebal Hukum, Air Limbah Triplek Timbul Bau Dan Warna Hitam Di Buang Ke Irigasi

- Advertisement -spot_img

Banyuwangi – Radar Investigasi| Air pada drainase di Dusun Pekarangan, Desa Kelir, Kecamatan Kalipuro berwarna hitam pekat dan berbau yang mirip limbah di duga berasal dari salah satu perusahaan Pabrik Triplek.

Dari informasi warga Sekitar, Air irigasi berwarna hitam dan selain itu juga menjabat aroma tidak sedap yang sudah sekira satu bulanan ini, Kata dia, air itu seperti limbah yang diduga dibuang oleh pengusaha pabrik triplek.

“Baunya seperti bangkai,”terangnya Senin, (15/08/2022).

Menurut dia, Air yang mirip limbah itu sangat meresahkan khususnya yang punya usaha di tepi irigasi itu.

“Bisa menimbulkan penyakit mas, dan juga meresahkan,”ujarnya.

Di tempat yang sama, warga lain mengatakan, Air yang berbau menyengat mirip bangkai hewan itu adalah limbah buangan dari Gudang (Pabrik Triplek red.).

“Buang e (Limbah red.) jam pinten Buton ngertos kulo ( buangnya Jam berapa Tidak tau saya,”kata di bahasa jawa

Dari pantauan Radar Investigasi, Menyusuri jalur irigasi itu hingga ke lokasi yang di maksud warga, setiba di lokasi, terdapat satu lubang terbuat dari buse beton yang di duga tempat saluran pembuangan air limbah dari pabrik pembuatan triplek itu.

Disisi itu, Air yang berwarna hitam dan berbau itu mengalir hingga masuk ke masuk sungai yang tidak jauh dari lokasi pabrik pembuatan triplek

Sementara, Pemilik Atau Penanggungjawab Pabrik itu akan di konfirmasi tidak ada di tempat.

“Maaf orang dalam tidak ada di tempat,”ujar satpam, Ainul

Perlu di ketahui, Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Yang tertuang dalam Pasal 60 dan Pasal 104 berbunyi sebagai berikut:

Pasal 60 berbunyi : “Setiap orang dilarang melakukan dumping limbah dan/atau bahan ke media lingkungan hidup tanpa izin.”

Pasal 104 berbunyi : “ setiap orang yang melakukan dumping limbah dan/atau bahan ke media lingkungan hidup tanpa izin sebgaimana dimaksud dalam pasal 60, dipidana dengan pidana penjara paling lama 3 (tiga) tahun dan denda paling banyak Rp. 3.000.000.000,00 (tiga miliar rupiah).

- Advertisement -spot_imgspot_img
Kriminal
- Advertisement -spot_img
Advertorial
- Advertisement -spot_img